MAG menjadi penyakit yang paling banyak dikeluhkan masyarakat. Penyakit ini bisa menyerang siapa saja tanpa memandang usia. Penyebabnya pun beragam. Tetapi jangan anggap remeh mag, sebab sakit pada organ lambung ini juga dapat berbahaya.

"Penyakit mag paling banyak dikeluhkan pasien yang datang ke dokter spesialis penyakit dalam. Penyebab dan gejalanya pun bermacam-macam," ujar Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) Pieter Siragih, awal pekan lalu.



Penyakit mag umumnya ditandai dengan nyeri pada perut bagian atas, tepatnya pada ulu hati. Mual, perih, dan kembung hingga memicu muntah menyertainya. Pola makan tidak teratur, sering memakan makanan yang asam atau pedas, hingga sering mengonsumsi alkohol bisa menjadi pemicunya.

Pieter menyebut dalam kondisi yang lebih parah, pasien mag bisa mengalami muntah atau diare. Pada kondisi itu, biasanya terjadi infeksi lambung seseorang. "Penyebabnya banyak, bisa karena alkohol, banyak mengonsumsi obat-obatan, atau bahkan stres juga bisa memicu mag," kata dia.

Secara umum, penyakit mag dibedakan menjadi dua kategori, yaitu mag kronis dan mag akut. Meski kedua mag itu memiliki gejala dan penyebab yang sama, pada mag kronis gejala yang bisa timbul secara menahun. Sementara pada mag akut gejalanya mendadak yang terjadi hanya sementara waktu dan singkat.

"Umumnya pasien baru datang dalam kondisi mag kronis. Padahal, mag kronis dapat menimbulkan kerusakan pada ketahanan selaput organ di lambung," kata Pieter.

Pieter menjelaskan pada penderita mag kronis, intensitas rasa sakit yang timbul pada lambung lebih dari sakit mag pada umumnya. Dalam beberapa kasus, mag kronis bisa mengakibatkan penderitanya mengalami muntah darah hingga penurunan berat badan secara drastis.

 

Penanganan Mag

Gejala yang ditimbulkan mag kronis bisa bervariasi, seperti terjadi pendarahan atau luka di lambung dan pusing atau sakit kepala. Menurut Pieter, pada pasien dengan mag kronis, penanganan yang biasa dilakukan adalah pertama dengan melakukan pemeriksaan dengan ultrasonography (USG) pada bagian perut, untuk melihat sejauh mana kerusakan lambung. Selain itu, melalui USG dapat dilihat tanda-tanda penyakit bahaya lain yang dapat dipicu karena mag seperti tumor jinak hingga kanker.

"Biasnya USG perut dilakukan untuk menentukan tingkat kegawatan mag, apakah itu normal atau tidak. Karena dikhawatirkan bukan hanya mag melainkan kelainan organ yang menyerang lambung," kata Pieter.

loading...

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR