JAKARTA (Lampost.co) -- CEO Lippo Group James Riady dipanggil KPK untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi. Dia akan dimintai keterangan terkait kasus suap terkait proyek Meikarta.

"Penyidik sudah mengirimkan surat untuk pemeriksaan James Riady sebagai saksi yang dijadwalkan untuk Selasa, 30 Oktober 2018," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah, di Jakarta, Minggu (28/10/2018).



Terakhir pada Jumat, 26 Oktober 2018, Febri menyebut KPK sudah menggeledah 12 lokasi di Bekasi dan Tangerang terkait perkara itu. Berbagai barang bukti disita KPK mulai dari catatan keuangan, dokumen terkait proyek, kontrak-kontrak, hingga uang

 

Sebelumnya KPK telah mengirimkan surat pemanggilan terhadap petinggi Lippo Group James Riady untuk diperiksa sebagai saksi kasus suap pengurusan perizinan proyek pembangunan Meikarta di Kabupaten Bekasi. "Tentang apakah surat panggilan untuk James Riady sudah dikirimkan, setelah saya cek ke tim, benar sudah dikirimkan untuk jadwal akhir Oktober 2018," kata Febri di Jakarta, Jumat (26/10/2018).

James Riady, kata Febri, dijadwalkan akan diperiksa untuk seluruh tersangka dalam kasus suap tersebut. "Untuk sembilan tersangka," ungkap Febri.

Diberitakan sebelumnya, KPK telah menetapkan 9 orang tersangka termasuk Bupati Bekasi Neneng Hassanah Yasin dan Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro. Para tersangka dari jajaran Pemkab Bekasi diduga menerima Rp 7 miliar terkait perizinan proyek Meikarta. Duit itu disebut sebagai bagian dari fee fase pertama yang bernilai total Rp 13 miliar.

 

 

EDITOR

Firman Luqmanulhakim

TAGS


KOMENTAR