KALIANDA (Lampost.co)--Dua pelaku penjambretan di jalinpantim Dusun Bambu kuning desa Ketapang, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan berhasil tangkap warga, Selasa (9/1/2018).

Dua pelaku jambret ponsel milik korban Wiwin (21) yang mengendarai motor Suzuki Shogun BE-6323-EK warna merah itu adalah AR (19) dan NA (20). Keduanya yang mengendarai motor Honda Beat tanpa nopol itu diketahui merupakan warga Desa Penengahan, Kecamatan Penengahan.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Lampost.co, teriakan korban membuat sejumlah warga melakukan pengejaran terhadap pelaku yang melintasi jalinpantim, dan masuk ke dusun Bambukuning.



Sesaat kemudian, kedua pelaku meninggalkan motor dan lari kearah perkebunan warga. Namun upaya pelaku sia- sia. Kedua pelaku berhasil dibekuk warga.
“Kami sempat kejaran-kejaran dengan pelaku dijalan lintas. Kemudian pelaku yang berhasil kami bekuk itu diamankan dirumah Pak Rusdi untuk menghindari amuk masa,” kata Syahrani (22), salah satu warga yang ikut mengejar pelaku jambret kepada Lampost.co.
Ia berharap tertangkapnya kedua pelaku jambret tersebut berdampak aman bagi warga masyarakat pengguna jalinpantim maupun jalan raya simpang Gayam-simpang Ketapang yang kerap dihantui perasaan was was saat melintasi lokasi sepi di dua ruas jalan tersebut.
”Setelah tertangkapnya pelaku jambret ini. Mudah- mudahan tidak ada lagi pelaku kejahatan di jalan raya yang menghantui warga,” harap Syahrani diamini beberapa warga lainnya.
Kemudian, sekitar 20 menit usai kejadian, Kepala Pos Polisi Kecamatan Ketapang, Aipda Sigit, bersama sejumlah anggata Buser Polsek Penengahan datang ke lokasi untuk mengamankan kedua pelaku jambret.

Namun saat kedua pelaku digiring dari rumah menuju mobil patroli polisi tiba tiba sejumlah warga ang berada diluar rumah Rusdi menyerbu kearah pelaku yang dikawal ketat polisi dengan dibantu tiga anggota Pol PP kecamatan Ketapang tersebut, dengan beberapa pukulan.
Menurut Aipda Sigit, saat ini kedua pelaku dan korban sudah di Mapolsek untuk dimintai keterangan. ”Untuk sementara kita masih amankan barang bukti hasil kejahatan ran motor pelaku yang digunakan untuk menjalankan aksinya,” kata Sigit.
Sementara korban Wiwin mengaku kedua pelaku mengendarai motor Honda Beat sudah mengawasinya sejak makan mi ayam di sebuah warung di jalinpantim simpang lima, Ketapang.

Setelah makan mi ayam, ia melanjutkan perjalanan dengan mengendarai sepeda motor menuju rumahnya di dusun Korban Tamanrejo, desa Ruguk, kecamatan Ketapang. Namun saat mengendarai motor sembari menerima telepon, tiba tiba ponsel yang menempel di telinganya dijambret kedua pelaku. “Spontan saya teriak jambret dan warga yang melihat langsung mengejar pelaku yang lari kearah Bakauheni,” ujar korban.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR