BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Tekab 308 Polsek Telukbetung Selatan dan Polresta Bandar Lampung menangkap Danu (22) satu jam setelah menjambret di Jalan Gatot Subroto, Kamis (11/1) malam. Warga Garuntang, Telukbetung Selatan, Bandar Lampung ini terpaksa ditembak polisi karena melawan dan berusaha melarikan diri.
Polisi juga menangkap rekannya, Asrat (30) warga Garuntang, Telukbetung Selatan. Asrat adalah komplotan Danu yang kerap menjabret bersama. Dari Asrat polisi menyita dua paket kecil sabu-sabu.
Sedangkan dari hasil kejahatan menjabret polisi menyita barang bukti satu unit ponsel. Satu unit motor yang digunakan pelaku untuk menjabret juga diamankan polisi.
Petugas kini masih mengejar satu pelaku lainnya berinisial AG (DPO) yang diketahui bekerja sebagai satpam di salah satu pabrik singkong di Lampung Timur.
Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Harto Agung Cahyono, Jumat (12/1/2018),  mengatakan penjambretan dialami Fatimah, warga Lampung Tengah saat melintas di Jalan Gatot Subroto, Pahoman, Bandar Lampung.
"Di depan RRI sepeda motor korban di pepet dua pelaku menggunakan sepeda motor langsung merampas ponsel korban yang diletakkan di dashboard depan motor matic korban kemudian kabur," kata Harto didampingi Kapolsek Telukbetung Selatan, Kompol Listiyono Dwi Nugroho.
Berdasarkan laporan korban, petugas kemudian melakukan pengejaran dan berhasil meringkus salah satu pelaku. "Usai menjabret para pelaku menyembunyikan sepeda motornya, lalu berpura-pura jalan kaki untuk menghilangkan jejak. Namun polisi yang telah mengantongi ciri-ciri pelaku berhasil mengidentifikasinya," kata Harto.
Kedua pelaku disergap polisi. Satu orang lainnya melarikan diri, satu lainnya yakni Danu ditembak dan tersungkur. "Kami sudah berikan tembakan peringatan namun tidak diindahkan," kata Mantan Kapolsek Tanjungkarang Barat ini.
Polisi kemudian berhasil meringkus rekannya tersebut beberapa saat kemudian setelah berhasil mengorek informasi dari pelaku utama yang ditembak. "Satu pelaku lainnya Asrat kami tangkap di wilayah Garuntang, polisi menemukan dua paket sabu-sabu dari Asrat," kata Harto.
Danu mengaku dalam dua bulan terakhir sudah 10 kali beraksi di wilayah Bandar Lampung masing-masing di Jalan Soekarno Hatta, Jalan Yos Sudarso, Sukaraja, dan Panjang. "Sasaran kami adalah wanita dan anak sekolah," kata pelaku. 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR