BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Pemerintah Provinsi Lampung dan Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah meragukan kondisi jalan lintas Sumatera kilometer 66-68 Bandarjaya untuk dapat dilalui pada arus mudik Lebaran tahun 2018 Juni mendatang. Pasalnya, ruas jalur sepanjang 2 km itu sedang dalam peningkatan kapasitas dan belum dapat siap dilalui kendaraan.

Sekretaris Dinas Perhubungan Lampung, Minto Rahardjo menjelaskan ada beberapa titik krusial yang perlu mendapatkan perhatian, khususnya Bandarjaya dan Terbanggi Besar yang menjadi wilayah rawan kemacetan. Terlebih, di Bandarjaya yang kondisinya tengah dalam peningkatan kualitas.



"Di Bandarjaya itu sedang ada pengecoran. Diperkirakan itu tidak siap saat periode angkutan Lebaran, sehingga dipastikan dan dikhawatirkan bisa menimbulkan kemacetan. Apalagi memang disitu titik rawan macet," kata Minto kepada Lampost.co, Rabu (16/5/2018).

Dengan demikian, kata dia, Pemprov dan Pemkab Lamteg merumuskan untuk mencari jalan alternatif untuk menghindari titik-titik yang rawan kemacetan. Salah satu alternatifnya dengan melalui jalan tol ruas Masgar sampai terminal Betan Subing. Hal tersebut perlu diinformasikan sejak dini agar masyarakat tidak tersesat dan mendapatkan informasi yang benar.

"Dari Bandarjaya ke Terbanggi Besar itu perlu ada persiapan-persiapan khusus supaya masyarakat tidak tersesat dan tidak menimbulkan persoalan baru. Nantinya akan kami alihkan dari exit tol Masgar ke Betan Subing. Sebab, ruas jalan tol itu sudah siap. Itu dicek terus dan kami siapkan yang dibutuhkan masyarakat," ujarnya.

PENULIS

Effran Kurniawan

TAGS


KOMENTAR