MENGGALA (Lampost.co)--Kondisi jalan penghubung antarKecamatan Gedungaji dengan Kecamatan Penawaraji sangat memprihatinkan. Jalan poros yang berstatus milik provinsi yang terletak di Kampung Bangunrejo, Kecamatan Gedungaji itu nampak seperti kubangan.
Warsito salah satu pengemudi truk mengaku terjebak hingga 5 jam lebih, karena kendaraannya tidak bisa bergerak sama sekali. "Sudah 5 jam kami terpater di sini. Ban mobilnya ngak ngegigit soalnya jalanan lumpur kayak gini," kata Warsito, pengemudi truk bermuatan sawit, saat ditemui di lokasi, Kamis (24/5/2018) malam.

Dia mengaku terkadang harus menginap di lokasi jika tidak ada bantuan yang datang untuk membantu. Bahkan lanjutnya, tidak jarang pengendara mengalami kecelakaan, akibat licinnya jalan.
"5 jam ini masih biasa. Kami biasanya minep di jalan kalau pas tepater enggak ada bantuan yang datang. Kondisi jalan begini sudah menjadi makanan kami sehari-hari. Sangat merugikan masyarakat selain suku cadang boros, rawan kecelakaan, ekonomi masyarakat jadi terhambat," katanya.
Bima salah satu pengendara bus yang terjebak dijalan tersebut mengatakan hal senada. Akibat rusak parah mobil bus yang dikendarainya tidak mampu bergerak akibat dalamnya kondisi lubang dan licinnya jalan berlumpur.
"Mobil truk aja kepelintir. Apalagi mobil bus, ini sudah 3 jam enggak bisa jalan. Belum lagi harus antre karena banyak mobil yang kepater," ujarnya.
Sementara itu salah satu warga setempat Nurdin menjelaskan, jalan tersebut sudah ada sejak pertama kali transmigrasi di wilayah tersebut dibuka. Dia mengeluhkan meskipun jalan tersebut sudah puluhan tahun ada, namun tidak pernah tersentuh sama sekali dalam perbaikan meski kondisinya sangat memprihatinkan. 
"Sudah dari dulu jalan itu ada dari pertama dibukanya tran. Dulu cuman batu belah dan selama puluhan tahun belum pernah tersentuh perbaikan dari pemerintah," katanya.
Pantauan Lampost.co di lokasi jalan tanah sepanjang 1 kilometer lebih itu sangat memprihatinkan, karena berlumpur dan berlubang sedalam lutut orang dewasa. Terpantau sejumlah kendaraan terjebak akibat tidak dapat melanjutkan perjalan akibat parahnya kondisi jalan tersebut. 
 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR