PRINGSEWU (Lampost.co)--Hasil pembangunan proyek rigid beton jalan provinsi tepatnya di wilayah Pekon Waringinsari Barat, kecamatan Sukoharjo, Pringsewu menuai keluhan warga setempat. 
Pembangunan  jalan yang menghubungkan antarkabupaten Pringsewu menuju kabupaten Lampung Tengah, dengan panjang sekitar 750 meter itu sudah banyak yang rusak. Warga menilai hasil pekerjaan itu tidak berkualitas dan kerusakan tersebut diindikasi akibat dari bahan cor beton yang tidak sesuai dengan ketentuan, selain itu adukan semen yang dicampur dengam batu split, termasuk bahan material besi.
"Rendahnya kualitas pekerjaan itu karena tidak didukung pengawasan, mengakibatkan hasil pekerjaan tidak maksimal," ujar warga setempat yang enggan disebutkan namanya.
Sejumlah warga setempat mengatakan setelah melihat dari hasil pekerjaan tersebut dianggap buruk sekali, pasalnya jalan rigid beton yang baru selesai dibangun  sudah terjadi pengelupasan atau terjadi abrasi pada lapisan atas yang baru dicor, sehingga mengakibatkan  material yang berupa batu seplit mulai terkelupas.

Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas PU kabupaten Pringsewu, Andri Yusuf, mengatakan kegiatan proyek tersebut adalah kewenangan pemerintah provinsi. "Ruas jalan yang menghubungkan kabupaten Pringsewu menuju wilayah kabupaten Lampung Tengah merupakan kewenangan provinsi," ujar Andri. 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR