KALIANDA (Lampost.co) -- Arus lintas jalan pesisir Kalianda-Rajabasa, Lampung Selatan, padat merayap. Pasalnya, banyak kendaraan roda dua dan empat lalu lalang melintasi jalan menuju lokasi daerah yang terkena tsunami.

Berdasarkan pantauan Lampost.co, kebanyakan kendaraan menuju Desa Waymuli yang merupakan daerah rusak terparah dihantam gelombang tsunami. Tujuan menuju lokasi yang rusak di hantam tsunami berbagai macam diantaranya membawa bantuan, kunjungi sanak keluarga dan ada hanya sekadar melihat-lihat serta foto-foto.



Ada dua akses menuju ke Desa Waymuli yakni melalui jalan pesisir pantai kota Kalianda dengan jarak sekitar 18 km dan melalui simpang gayam Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) dengan jarak sekitar 14 km.

Akses jalan melalui pesisir pantai kota Kalianda penuh sesak kendaraan dari kedua jalur, sedangkan melalui simpang gayam yang curam dan berliku, jalannya cukup lengang.

Kondisi jalan padat merayap bahkan di beberapa titik kemacetan mengular hingga 1 Km di sebabkan jalanan kecil, masih banyak puing-puing reruntuhan, kendaraan yang parkir ditepi jalan.
"Saya bawa motor dari Kalianda ke Waymuli makan waktu satu jam lebih," kata Angga (30) salah seorang pengguna jalan, Selasa (25/12/2018).

Hal senada diungkap pengguna jalan lainnya, jika jarak tempuh dari Kalianda menuju Desa Waymuli saat ini berkisar 2 jam lebih. "Tadi pagi tambah parah, dua jam lebih baru sampai sini," kata Sugeng (46) pengemudi pikap yang membawa bantuan.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR