MENGGALA (Lampost.co) -- Warga di Kecamatan Rawajitu Timur berikan janji emas kepada empat pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Lampung jika mampu menyelesaikan permasalahan yang tidak kunjung usai di daerahnya.

Nafian Faiz salah satu warga Kampung Bumidipasena Jaya, Kecamatan Rawajitu Timur mengatakan jika saat ini warga tengah mengalami kesulitan terutama akses jalan, karena jalan penghubung antar Kecamatan Banjarmargo menuju ke Kecamatan Rawajitu Selatan kini kondisinya sangat memprihatinkan.



Dia menuturkan posisi terparah jalan tersebut berada di wilayah Kecamatan Gedungaji Baru dan Kecamatan Rawajitu Selatan. Terdapat 5 kecamatan sudah terkonsulidasi, termasuk Kecamatan Rawajitu Utara, Kabupaten Mesuji.

Dia menjelaskan akses jalan satu-satu menuju ke kampungnya yang berstatus Jalan Konektivitas Nasional itu, sangat sulit untuk dilalui. Terlebih lagi jika diguyur hujan, karena selain berlubang jalanan itu berlumpur. Sehingga menjadi salah satu pemicu terjadinya kecelakaan sejumlah pengendara yang melintas.

Dia menegaskan jika sebelum pemilihan gubernur dan wakil gubernur Lampung pada 27 Juni mendatang dilakukan terdapat salah satu calon mampu mengentaskan permasalahan tersebut. Dirinya beserta sejumlah warga lainnya berjanji akan memberikan hak suara mereka kepada paslon tersebut.

Bahkan lanjutnya, sebagai jaminannya warga sekitar siap membuat kontrak politik. Sehingga mereka tidak terkesan bermain-main dalam perjanjian itu.

"Kami berjanji kalau perlu buat kontrak politik enggak apa-apa, jika ada paslon yang berani memperbaiki jalan ini menjadi bagus. Kami pastikan warga akan pilih paslon itu. Itu janji kami sebagai masyarakat," kata Nafian kepada Lampost.co, Jumat (25/5/2018).

Menurut Ketua P3UW Lampung yang kini memiliki anggota sekitar 7500 Kepala Keluarga itu, saat ini sejumlah warga tengah merasa kecewa, karena jalanan tersebut kerap kali menjadi ajang janji politik paslon, ketika hendak menjelang pemilihan.

 

Namun realitanya tambahnya, ketika pesta demokrasi usai janji hanya tinggal sebatas janji. Padahal jalanan tersebut menjadi penopang akses perekonomian warga sekitar yang notabenennya merupakan sentra perkebunan (karet, sawit, singkong), persawahan dan tambak udang yang sangat membutuhkan akses jalan bagus.

"Kalau mau ya sebelum pemilihan, karena kalau sudah dipilih terus jadi mana lagi ingat, Mas. Jalanan ini sudah berkali-kali jadi langganan politik. Tapi mereka hanya janji-janji aja enggak ada perubahan. Kalau pas ada maunya aja mereka datang kesini, tapi pas jadi mana mau datang lagi," ujarnya.

loading...

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR