METRO (Lampost.co) -- Hati-hati melintasi jalan raya yang menghubungkan Kota Metro-Bandar Lampung melalui Karanganyar, Lampung Selatan.Pasalnya, jalan alternatif Metro-Bandar Lampung selain jalan lintas sumatera (jalinsum) itu mulai rusak. Kerusakan terparah berada di Jalan Raya Metrokibang yang masuk wilayah Kabupaten Lampung Timur.

Kerusakan juga mulai terjadi di wilayah Kota Metro yang berbatasan dengan Metro Kibang.
Dari arah Metro sekitar 1,5 km sebelum jembatan yang memisahkan Metro dengan Kecamatan Metro Kibang, kerusakan berupa lubang-lubang baru dan aspal yang mulai mengelupas. Menjelang jembatan, kerusakan cukup parah sehingga kendaraan harus berjalan bergantian untuk menghindari jalan rusak.



Kerusakan lebih parah terjadi di jalan raya Metrokibang hingga menjelang Desa Sukadamai, Kecamatan Natar, Lampung Selatan. Lubang di jalan sepanjang lebih dari 4 km itu cukup banyak yang memaksa pengendara bergantian di jalan yang kerusakannya lumayan parah.
"Baru sebulan ini, kerusakan jalan mulai parah. Sepertinya karena banyak truk yang lewat ini," ujar Anto, yang hampir setiap hari melintasi jalur tersebut.
Wajar banyak kendaraan yang melintasi jalan tersebut, terutama dari arah Metro menuju Bandar Lampung dan Bakauheni, karena jarak menjadi lebih dekat jika lewat Sukadamai.
Sebagai contoh, dari Terminal 16C Mulyojati Metro sampai ke perempatan Jalan Untung Surapati-By Pass Soekarno-Hatta, Bandar Lampung hanya berjarak 31 km, sementara jika melewati Jalinsum Tegineneng-Branti bisa lebih dari 42 km.
Selain kerusakan jalan, pengendara yang memilih jalur Metro-Bandar Lampung melalui Sukadamai juga harus ekstra hati-hati saat melintasi jalan rigid terutama di bagian sambungan. Pasalnya, antarjalan rigid satu dengan yang lain sering tidak rata, bahkan terlalu cekung. Akibatnya, saat melaju sedikit kencang, mobil bisa meloncat. "Mobil kami pernah lompat karena sambungan rigidnya terlalu cekung. Maklum, kami belum hafal situasi jalan di sana," ujar Tino, warga Sukarame yang mengaku baru dua kali melintasi jalan tersebut.
Cekungan-cekungan antar rigid beton itu di antaranya berada di wilayah Sukadamai Natar, hingga perkebunan karet menjelang Pasar Jatiagung. "Seharusnya sambungan-sambungan yang membahayakan pengendara itu juga diperhatikan oleh pemerintah selain jalan-jalan yang sudah mulai rusak itu," ujar Anto. 

BERITA LAINNYA


EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR