BANDAR LAMPUNG (lampost.co) -- Hasil pencapaian imunisasi measles rubella (MR) disejumlah wilayah di Lampung pada masa perpanjangan Oktober ini masih rendah dari target 95%. Majelis Ulama Indonesia Provinsi Lampung terus giat melakukan sosialisasi terhadap masyarakat.

Ketua Komisi Fatwa Majelis MUI Lampung, Munawir kepada lampost.co, Kamis (4/10/2018) mengakui bahwa terdapat sejumlah masyarakat yang menolak mengikuti imunisasi MR kendati fatwa dari MUI telah dikeluarkan.



Seharusnya, menurut Munawir, tidak ada alasan lagi bagi masyarakat untuk menolak mengikuti imunisasi MR karena imunisasi tersebut dapat mencegah penyakit campak dan rubella.

“Fatwa MUI terkait imunisasi MR sudah dikeluarkan dan dibolehkan. Status hukumnya sudah jelas, jadi tidak ada alasan lagi masyarakat untuk menolaknya,” ujar Munawir.

Disinggung masih adanya sekolah berbasis islam belum bersedia mengikuti imunisasi MR, Munawir menerangkan sebaiknya Dinas Kesehatan setempat mengajak ulama untuk mendampingi pelaksanaan imunisasi.

Menurutnya, MUI Lampung siap untuk memfasilitasi hal tersebut. “MUI itu banyak golongan organisasi kemasyarakatannya. Sebaiknya saat tim imunisasi turun ke sekolah, juga mengajak ulama untuk memberi pemahaman terhadap sekolah yang masih menolak,” ujarnya.

Sejauh ini menurut dia, pihaknya baru sebatas diajak berkoordinasi melalui pertemuan-pertemuan dengan menghadirkan MUI dan Dinkes setiap kabupaten/ kota.“Setau saya, kami bertemu dengan pihak kesehatan saat diundang dalam pertemuan saja, untuk mengajak secara langsung ke lapangan belum. Mungkin itu salah satu jalan untuk meningkatkan cakupan imunisasi MR yakni harus jalan bersama,” kata dia.

 

 

 

EDITOR

Firman Luqmanulhakim

TAGS


KOMENTAR