BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Kasus pencurian yang dilakukan dua terdakwa AR (16) dan AB (16) di kediaman Jaksa Pada Kejaksaan Negeri Bandar Lampung, berbuntut panjang, pasalnya setelah dua terdakwa pelaku pencurian di sidangkan, hari ini (Selasa, 24/7/2018) Jaksa menghadirkan terdakwa baru dia merupakan Muhammad Arum penadah dari barang hasil curian itu.

Jaksa Penuntut Umum Rika Mahdalena juga menghadirkan saksi korban atas nama Nilam Agustini Putri, saksi korban ini merupakan Jaksa yang kesehariannya menyidangkan perkara di Pengadilan Negeri Tanjungkarang. Alhasil Nilam pun duduk di kursi pesakitan berdekatan dengan dua anak dibawah umur yang menyatroni rumah miliknya.



Dalam keterangannya, saksi korban Nilam Agustini Putri mengatakan pada saat itu (4 Maret 2018) di kediamannya yaitu di Perumahan Permata Biru tengah menggelar pesta pernikahan adik iparnya. Saat itu dia menyimpanponsel miliknya di dalam lemari kamar, saat itu lemari dalam keadaan terkunci namun kunci tidak dicabut.

"Karena merasa kehilangan, saya lapor Polisi. Kerugian yang saya alami Rp10 juta," kata Nilam.

Hakim Samsudin lantas menayakan apakah dua orang yang duduk berdekatan dengan saksi korban merupakan orang yang telah mengambil ponsel milik saksi. Saksi Nilam membenarkan bahwa berdasarkan ciri-ciri yang dijelaskan, dua orang tersebut yang mengambil ponsel miliknya.

Kedua terdakwa juga membenarkan bahwa merekalah yang melakukan pencurian dirumah Jaksa Kejaksaan Negeri Bandar Lampung tersebut, pencurian yang dilakukan keduanya pun sudah diniatkan.

"Karena butuh duit pak, waktu itu ramai dan ada kesempatan. Yang masuk duluan saya, terdakwa satunya nunggu sambil mengawasi lokasi sekitar, pas mau keluar kamar ada yang melihat dan ditegor ya saya jawab habis ganti baju," kata terdakwa.

Hasil curian yang kedua pelaku dapatkan dijual kepada Muhammad Arum seharga Rp2,1 Juta, polisi kemudian melakukan pengkapan terhadap penadah ponsel milik Jaksa Nilam.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR