BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Sahadat (45), mantan Kepala Kampung (Kakam) Srikaton, Seputih Surabaya,  Lampung Tengah melakukan korupsi empat item sekaligus. Jaksa Kejaksaan Negeri Lampung Tengah, Riska Putra dipersidangan mengungkapkan ada enam item pembangunan yang ada di kampung itu bersumber dari dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Kampung Perubahan (APBK-P) tahun 2016.

Terdakwa menurut Jaksa melakukan tindak pidana Melawan hukum memperkaya diri sendiri, orang lain atau suatu korporasi yang  merugikan keuangan negara.



Menurut Jaksa, dalam APBK itu ditetapkan pendapatan kampung Srikaton sebesar Rp843 juta yang didapat dari berbagai sumber salah satunya Anggaran Dana Desa (ADD) yang bersumber dari APBD. Pada 18 Januari 2016, ia kemudian menandatangani peraturan desa tenang Rencana Kerja Pemerintah (RPK -Kam). "Ada enam pembangunan yang akan dilaksanakan yang termuat dalam Bidang Pelaksanaan Pembangunan Kampung, yakni pembangunan paving blok 1.500 meter di tiga dusun, delapan unit gorong-gorong, poskesdes, sumur bor tiga unit, dan pembangunan pos kamling. Total dalam enam item itu menelan anggaran Rp565 juta," kata Jaksa Kejari Lamteng itu. 

Selain itu, Pemkab Lamteng juga menerima uang dari transfer dana kampung sebesar Rp620 juta untuk kampung Srikaton. Sahadat kemudian membentuk pengangkatan personel pengelolaan keuangan kampung. "Mestiani ditetapkan sebagai bendahara. Ia lantas memerintahkan saksi Mestiani dan Sutrisno (sekretaris) kampung tersebut untuk membuat Surat Pertanggungjawaban (SPJ)," katanya.

Dana sudah diambil dan dikelola oleh terdakwa tanpa pembukuan yang jelas. Sehingga SPJ tidak bisa disesuaikan dengan pengeluaran yang sebenarnya, " terdakwa memerintahkan keduanya agar membuat SPJ sesuai dengan APBK yang sudah disusun," katanya.

Jaksa juga menyebut jika dalam membuat SPJ tersebut dari nota kosong, dan buku kas pengeluaran kampung. "Mereka mengisi nota tersebut dengan menyesuaikan RAB yang ada dan kemudian di cap oleh pemilik toko. Mestiani dalam dakwaan disebut pernah memperingati Sahadat," katanya.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR