BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Pemerintah Provinsi Lampung mengambil langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga bumbu dapur khususnya bawang putih yang harganya sedang melonjak.

Kepala Dinas Perdagangan Lampung Satria Alam mengatakan pihaknya memantau perkembangan harga dan ketersediaan 18 macam bahan pokok seperti beras, gula, terigu cabai, bawang dan lainnya. Menurutnya, jelang memasuki bulan Ramadhan dikhawatirkan akan ada banyak bahan pokok yang harganya melonjak akibat beberapa faktor. "Yang riskan menjelang ramadhan dan idul fitri nanti, harga barang mulai naik, saat ini sedang naik harga bawang putih" kata dia kepada Lampost.co, Minggu (21/4/2019).



Harga bawang putih diketahui naik dsri Rp25 ribu-Rp30 ribu menjadi Rp45 ribu hingga Rp50 ribu per kg. Maka untuk menjaga harga bawang putih agar tetap stabil dan menjamin suplai ke pasar, pihaknya akan menyalurkan bawang putih yang diimpor oleh pemerintah pusat.

Kebijakan Kementerian Perdagangan yakni menunjuk perusahaan yakni PT Setia Pesona Indo Agro untuk mendistribusikan bawang putih impor dari Tiongkok ke lima pasar di Bandar Lampung sebanyak delapan ton. "Dari beberapa provinsi, Lampung mendapat kuota 30 ton namun akan disalurkan secara bertahap. Kemarin datang 8 ton dan telah di distribusi ke pasar yang ada di Bandar Lampung yakni Pasar Pasir Gintung, passr Tamin , pasar panjang, pasar kangkung, dan pasar SMEP, " ujarnya.

Menurutnya, kabupaten lainnya bisa mendapatkan bawang putih di lima pasar itu. Jika memang dibutuhkan, Dinas Perdagangan akan menyalurkan ke kabupaten. "seandainya daerah di luar Bandar Lampung butuh, maka akan kita sediakan. Tapi biasanya kabupaten ini mengambil ke sini, "imbuhnya.

Dijelaskannya, harga bawang putih di tingkat distributor Rp20 ribu per kilo. Sementara pedagang di pasar disyaratkan tidak boleh menjual lebih dari Rp30 ribu. "Kita harap dengan kebijakan ini kecenderungan harga naik bisa terkendali. Kalau seandainya 30 ton masih kurang akan ditambah," ungkapnya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR