BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Menjalankan ibadah puasa perlu diimbangi dengan menjaga kondisi kesehatan tubuh. Salah satu hal yang penting adalah menjaga kebersihan dan kesehatan mulut.

Masalah bau mulut kerap dialami seseorang yang tengah menjalankan puasa. Hal itu sebenarnya bisa diatasi dengan melakukan beberapa hal yang mudah dan ringan dilakukan.



Dokter di Rumah Sakit DKT Bandar Lampung Riyan Wahyudo mengungkapkan untuk mengurangi bau mulut, salah satu hal yang dapat dilakukan adalah rutin menyikat gigi sesudah makan baik saat sahur dan berbuka. Tidak cukup membersihkan bagian gigi, bagian lidah juga perlu dibersihkan.

"Selain itu, jika ada masalah karang gigi, sebaiknya langsung ke dokter untuk dibersihkan. Sebab, hal ini juga bisa menyebabkan bau mulut," ujar Riyan.

Bau mulut juga bisa timbul karena kurangnya cairan tubuh sehingga saat berpuasa kebutuhan mineral harus tercukupi sempurna. Dokter yang juga dosen di Fakultas Kedokteran Universitas Lampung itu menyarankan agar kebutuhan cairan tubuh tercukupi selama berpuasa, seseorang harus minum air putih minimal 2 liter per hari. Caranya yaitu minum satu gelas saat berbuka, satu gelas setelah berbuka, selepas tarawih, sebelum tidur, saat bangun tidur, dan sesudah sahur.

Selain itu, memperbanyak konsumsi buah dan sayur ternyata juga dapat mengurangi bau mulut selama puasa dan menjaga cairan tubuh.

Riyan menambahkan penyebab bau mulut selama puasa juga muncul jika seseorang tidur terlalu lama. Tidur terlalu lama menurutnya menjadi penyebab mulut kering yang menjadi asal bau kurang sedap.

Sebab itu, meskipun sedang berpuasa, Riyan menyarankan seseorang tetap melakukan aktivitas, termasuk olahraga. Karena, saat berolahraga, tubuh akan mengeluarkan zat racun, termasuk di dalamnya adalah zat yang dapat menyebabkan bau mulut. "Jadi meskipun sedang berpuasa, jangan melupakan olahraga," ujarnya.

Cara mencegah bau mulut saat berpuasa lainnya juga bisa dilakukan dengan tidak mengonsumsi jenis makanan dengan bau menyengat serta menghindari makanan atau minuman yang mengandung alkohol dan gula berlebih. "Gula menjadi sarang dan hidupnya bakteri, sehingga ketika terjadi banyak sisa gula dalam mulut, bakteri akan cepat berkembang dan menyebabkan bau mulut," kata Riyan.

Asam Lampung

Ahli gizi klinis, Jovita Amelia, mengatakan bau mulut juga dapat disebabkan oleh pengaruh asam lambung. Jika seseorang memiliki masalah lambung dan ingin mengatasi bau mulut, Jovita menyarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan tenaga spesialis untuk mendapatkan pilihan terbaik.

Untuk menghindari hal tersebut, kebutuhan makan yang cukup dan menjaga kebersihan mulut dengan sikat gigi plus menggunakan penyegar mulut.

Terkait makanan, Jovita juga menyarankan untuk menghindari makanan yang mengandung gas agar risiko bau mulut menurun, seperti ubi, sawi, atau kol sebaiknya dihindari saat sahur. "Makanan yang digoreng juga tidak disarankan karena memperlambat pengosongan lambung sehingga asam lambung akan cepat naik dan memicu rasa panas di tenggorokan.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR