JAKARTA (Lampost.co) -- Ketika berpuasa, kita tidak hanya diwajibkan untuk menahan rasa lapar dan haus, tetapi juga menahan diri agar tidak mudah emosi. Padahal, kepadatan lalu lintas di jalan raya bisa jadi penyebab stres. Di lain pihak, kita harus tetap menjaga emosi agar nilai ibadah puasa tidak berkurang.

"Menjaga emosi saat berkendara sangat penting untuk dilakukan karena hal ini berkaitan dengan keselamatan berkendara, pastikan emosi selalu terkontrol saat Anda berkendara," ungkap Ricky Martawijaya, Senior Division Head Auto2000 dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (16/5/2019).



Untuk itu, inilah beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menjaga emosi saat mengemudi di jalan raya, diantaranya:

1. Bikin kabin nyaman

Anda harus membuat kabin mobil terasa nyaman, bahkan usahakan seperti berada di ruang keluarga rumah Anda. Sangat membantu ketika Anda dihadang kemacetan nantinya. Jaga kebersihan mobil jadi menu utama. Tambahkan pengharum kabin mobil agar suasana jadi terasa lebih rileks sepanjang perjalanan. Cari aroma yang soft namun tetap sesuai kepribadian Anda.

2. Dengarkan musik

Musik bisa menyebarkan aura rileks saat mengemudi. Tentu dengan catatan, bukan lagu yang super keras seperti aliran heavy metal yang malah meningkatkan stres. Siapkan playlist lagu kegemaran Anda. Simpan dalam format mp3 di flashdisk dan pisahkan, bisa berdasarkan penyanyi, aliran, atau tahun.

Terlebih sound system standar di mobil umumnya sudah mumpuni dalam hal kualitas suara. Termasuk adanya fitur Bluetooth dan mirroring untuk akses lagu di ponsel. Ini bisa jadi teman yang baik di jalan.

3. Posisi berkendara

Posisi berkendara yang tepat bukan hanya membuat Anda dapat mengantisipasi segala kondisi, namun juga menciptakan suasana rileks dan nyaman. Atur posisi duduk sesuai ilmu defensive driving. Duduk jangan terlalu tegak yang bikin cepat lelah, tapi juga tidak terlalu rebah yang malah sulit mengantisipasi keadaan.

Usahakan pegang setir dengan rileks, seperti ibu jari tidak dimasukkan dalam setir. Atau hindari posisi menggenggam seperti ingin memukul yang membuat Anda mudah terpancing emosi.

4. Pilih rute

Saat menjelang buka puasa, beberapa kawasan justru semakin macet dengan hadirnya pasar tumpah sebagai lokasi menjajakan panganan berbuka puasa. Untuk itu, pilih rute yang bisa diandalkan sebelum jalan. Peta navigasi digital bisa dipakai sebagai bahan rujukan.

5. Jaga emosi

Kalau ada pengemudi lain yang memancing amarah, coba tarik nafas dan buang lewat mulut. Lakukan sebanyak 3 kali sampai Anda merasa tenang. Gunanya, supaya ada oksigen yang masuk ke otak jadi bisa berpikir jernih, dan Anda tidak terpancing untuk melakukan tindakan tidak terpuji.

Sebagai informasi, orang yang emosinya sedang tinggi malah cenderung melakukan kesalahan kecil tapi fatal. Seperti menyenggol mobil lain yang tidak terlibat masalah. Dan yang pasti, nilai ibadah puasa Anda menjadi berkurang.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR