BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)-- Masyarakat perkotaan dituntut untuk lebih peduli terhadap anak-anaknya dari gejala-gejala Pneumonia pada anak Infeksi Saluran Napas Atas (ISPA) karena polusi udara, asap rokok, debu di pemukiman penduduk yang padat dan sebagainya.

Pneumonia adalah infeksi pernapasan akut yang memicu peradangan pada paru-paru.  Pneumonia termasuk salah satu penyebab utama kematian pada anak-anak di bawah lima tahun.



Meskipun demikian, pneumonia dapat dicegah dan diobati dengan upaya pemberian vaksin dan antibiotik yang didukung oleh sanitasi yang baik. 

Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Bandar Lampung, dr Elvi Suryati Sp.A berbagi cerita mengenai Pneumonia. Ia menceritakan pneumonia pada anak merupakan penyebab 16% kematian anak balita pada tahun 2016. Pneumonia pada anak bisa menjadi penyebab kematian anak tiap detik.

Hari Pneumonia Sedunia (World Pneumonia Day) setiap tahun diperingati pada 12 November. Hari Pneumonia Sedunia diselenggarakan oleh PBB sejak tahun 2009.

"Faktor penyebab Pneumonia pada anak bisa dikarenakan status gizi yang buruk, tingkat kekebalan tubuh yang rendah, debu, rokok, polusi lingkungan yang tercemar dan polusi," katanya dalam Talk Show di Sai Radio 100 FM di Lampung Post, Jalan Soekarno Hatta No. 108, Bandar Lampung, Jumat (7/12/2018).

Dokter anak yang bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Moloek Provinsi Lampung ini menjelaskan bahwa ibu-ibu harus memberikan ASI eksklusif kepada anaknya selama 6 bulan supaya bisa menjaga daya tahan tubuh agar tidak mudah sakit.

Ia mengatakan ISPA ini biasanya menyerang saluran pernapasan yang menimbukan batuk, pilek, demam dan sesak napas.

"Infeksi ini juga bisa menular lewat batuk dan bersin. Kemudian karena kuman yang tersebar di udara. Bila anak imunnya rendah maka bisa terkena penyakit," kata Bendahara Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Kota Bandar Lampung itu.

Ia menjelaskan untuk pencegahannya bisa dimulai dari lingkungan rumah yang bersih. Kemudian ruang kamar tidur harus baik cendela bisa terbuka agar sinar matahari dan udara bersih bisa masuk. Selanjutnya, berikan nutrisi yang baik kepada anak dengan makanan yang bergizi agar anak tidak mudah sakit. Selain itu juga lakukan imunisasi di Puskesmas terdekat.

"Jangan dekatkan anak pada perokok. Karena asapnya sangat berbahaya," tutupnya.

Ia juga mengajak kepada ibu-ibu muda atau yang punya balita dirumah untuk peka terhadap kesehatan anaknya. Bila anak panas tinggi maka berikan dulu obat penurun panas agar anaknya nyaman. Kemudian berikan air minum dan kompres di kepala atau dipaha anak.  Bila suhu tubuh belum turun, maka orangtua bisa membawa anak ke rumah sakit.

"Pneumonia ini bisa disembuhkan asal orang tua jangan telat membawa anaknya ke tempat kesehatan," kata Pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Lampung ini.

 

loading...

EDITOR

Dian Wahyu

TAGS


KOMENTAR