PESAWARAN (Lampost.co) -- Ratusan keluarga dan siswa menghantarkan Dian Febriana, guru SMA 2 Perintis Bandar Lampung yang menjadi korban kecelakaan di Palang Besi, Tanjungkarang Pusat, ke tempat peristirahatannya yang terakhir.

Dalam acara pemakaman tersebut, masih terasa suasana duka yang menyelimuti para keluarga, sahabat dan murid, yang masih tidak percaya perempuan kelahiran 34 tahun lalu meninggal dengan tragis.



Menurut mantan kepala desa Taman Sari, Hendri Dunan, almarhum merupakan tulang punggung bagi adik adiknya.

"Setelah kedua orang tuanya meninggal, dirinya harus membiayai 4 orang adiknya, karena mereka ini 5 bersaudara, 3 perempuan dan 2 laki laki, dan adiknya masih ada 1 yang sekolah," paparnya.

Dirinya juga mengatakan, untuk membiayai ke 4 adiknya ini, dirinya bekerja sebagai guru di SMP 22 Gedongtataan, kemudian SMA 2 Perintis Bandar Lampung, dan mengajar di salah satu tempat bimbel.

"Orangnya cekatan, dirinya tahu ada tanggung jawab yang harus dia emban, mangkanya dia mengajar di 3 tempat, karena ada adik adiknya yang harus dibiayai dia," jelasnya.

Katanya, pada 20 September mendatang, Dian akan dipinang oleh kekasihnya, namun Tuhan berkehendak lain. "Kebetulan rumah Dian ini kan dibelakang rumah saya, jadi keluarganya ngasih informasi kalau 20 September ini pihak laki ingin melamar," pungkasnya.

Baca juga: Ngerem Mendadak, Seorang Guru Tewas Usai Kecelakaan

Vido salah satu murid kelas XI SMA Perintis 2 mengatakan, keseharian guru yang mengajar mata pelajaran matematika ini, sangat bersahabat dan sangat ramah terhadap murid.

"Kalau Bu Dian ini sangat baik, dia sangat ramah, selalu senyum pada semua muridnya, dan kalau muridnya ada yang belum paham dengan pelajarannya, dia tidak segan untuk mengulangi penjelasannya," jelasnya seusai pemakaman.

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR