BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Yadi (26), warga Jalan Wartawan Kelurahan Gunungsulah, Kecamatan Sukarame Bandar Lampung, dituntut Jaksa Penuntut Umum Mursiwan dengan pidana penjara selama 13 tahun dan harus membayar denda Rp1 Miliar subsidair enam bulan kurungan. 

Hal itu lantaran terdakwa terbukti melanggar pasal 112 ayat 2 UU Nomor 35/2009 tentang Narkotika. Pasalnya, dari fakta persidangan dimana keterangan saksi, alat bukti berupa uji laboratorium BNN 209AP/IV/2018/ Balai Lab Narkoba pada 11 April lalu mengandung metapitamina dan memenuhi unsur dalam pasal tersebut. Yakni tanpa hak memiliki, menguasai, menyimpan, narkotika golongan satu bukan tanaman dengan berat melebihi lima gram. "Meminta majelis hakim menjatuhkan pidana penjara selama 13 tahun," ujar Jaksa Mursiwan di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Rabu (18/7/2018). 
Terdakwa, kata Jaksa, diduga menerima sebuah paket dari Ar (DPO) pada Senin, 26 Maret lalu. Paket itu diantarkan oleh Ar yang merupakan seorang bandar narkoba. Terdakwa berdasarkan perintah Ar (DPO) kemudian mengambil paket itu di bawah pohon tepatnya di depan Makam Pahlawan.
"Paket yang belakangan diketahui sabu-sabu itu kemudian ia bawa pulang ke rumahnya. Paket seberat 6,25 gram itu kemudian disimpan oleh Yadi di teras belakang rumahnya. Diduga Yadi merupakan kurir yang bekerja untuk Ar," kata Jaksa.
 Paket itu hendak diantarkan ke seseorang yang tidak dikenal berdasarkan perintah Ar. Paket belum diantar, polisi dari Ditresnarkoba Polda Lampung pun datang. Yadi pun diciduk.

loading...

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR