KALIANDA (Lampost.co) -- Seorang gadis ditemukan tidak mengenakan busana, Minggu (31/3/2019) sekitar pukul 5.30 WIB oleh penyadap karet di tengah kebun karet Desa Sabahbalau, Kecamatan Tanjungbintang, Lampung Selatan.

Aparatur Desa Sabahbalau Medi Saputra, mengatakan dirinya mendapatkan laporan ditemukannya gadis tanpa busana di tengah kebun karet oleh penyadap karet. Mendapati laporan tersebut, dirinya langsung bergegas menuju ke kebun karet untuk mengecek kebenarannya.



"Saya di telepon penyadap kalau ada gadis teriak meminta tolong," ujarnya.

Dirinya menambahkan gadis tersebut awalnya teriak-teriak meminta tolong dan suaranya terdengar oleh penyadap karet yang kebetulan berdekatan dengan lokasi gadis tersebut. "Saat di tolong, kondisi gadis tidak memakai celana dan diberi baju oleh para penyadap. Kemudian kami bawa ke rumah Baapak Misyanto tokoh masyarakat setempat yang juga mantan kades Sabahbalau," ujarnya.

Korban BL (19) mengaku sebagai warga Jatiagung, Lampung Selatan. Ia menjelaskan kronologi kejadian yang berawal ia pulang kuliah dari perguruan tinggi swasta di Bandar Lampung yang disuruh kakak sepupunya bernama Sigit untuk mengantarkan pulang. Jamun dirinya merasa aneh karena diajak ke arah perkebunan karet.

Sesampainya di tengah kebun karet dirinya dipaksa untuk melayani nafsu bejat kakak sepupunya untuk bersetubuh namun dirinya menolak. Karena menolak dirinya mendapat perlakuan tindak kekerasan berupa pemukulan hingga matanya bengkak dan lehernya dicekik.

"Saya dipaksa untuk bersetubuh dan celana di lepas tapi saya menolak dan lari dan bersembunyi di semak-semak, hingga pingsan," ujarnya.

Setelah melarikan diri dan pingsan dikebun karet, dirinya menyadari jika motor Honda Beat dan uang Rp2,1 juta miliknya raib.

Babinsa Sabahbalau Pelda Lukman saat ditemui Lampost.co mengatakan sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian agar segera ditindaklanjuti kasus tersebut.

Sementara Kapolsek Tanjungbintang Kompol Heri Sugito mengatakan belum mendapat laporan terkait ditemukannya gadis korban kekerasab di kebun karet. "Saya belum ada laporan. Tapi langsung saya cek kebenarannya," ujarnya.

BERITA LAINNYA


EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR