BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Meski sidang vonis kasus penembakan sekretaris lurah Kahuripan, Telukbetung atas nama Rismizar belum dibuka oleh majelis hakim, namun istri korban, Yulina Hartati, sejak masuk ruang persidangan terus meneteskan air mata tak henti-hentinya.

Pemantauan Lampost.co, Yulina Hartati, terlihat duduk tepat dibelakang terdakwa Marsus Hardinta, yang tak lain telah melakukan penembakan terhadap suaminya.
Karena tidak tahan menahan duka Yulina keluar dari ruang persidangan, dan pecahlah tangisannya sehingga mengundangb perhatian pengunjung sidang lainya.



Yulina Hartarti keluar dari ruang persidangan sambil menangis yang sempat ditenangkan oleh rekan dan keluarganya. (Foto:Lampost/Febi Herumanika), 


Diketahui pada sidang sebelumnya Jaksa Penuntut Umum, Kejaksaan Tinggi Lampung, Tri Joko Sucahyo menuntut terdakwa Marsus Hadinata denga pidana penjara selama 14 tahun dan 8 bulan kurungan, lantaran terbukti secara sah merampas nyawa orang lain. Hal ini terungkap dipersidanagan yang digelar di Pengadilan Negeri, Kelas 1A Tanjungkaran.

 Menurut Jaksa Tri Joko, Terdakwa dengan sengaja merampas nyawa orang lain. Perbuatan terdakwa diatur dan diancam pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 338 KUHP. "Menyatakan terdakwa Marsus terbukti bersalah melakukan tindak pidana pembunuhan sesuai dengan dakwaan primair kami, menJatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa selana 14 tahun dan 8 bulan penjara," ujar Jaksa.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR