BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Sidang lanjutan dengan agenda tuntutan atas perkara penggelapan gula pasir seberat 18 ton dengan terdakwa atas nama
Rahendra Murti Adityo (37) seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) mengundang perhatian pengunjung sidang Pengadilan Negeri Kelas 1A, Tanjungkarang, Rabu (18/7/2018). Pasalnya isteri dari terdakwa menangis serta mengeluarkan kata-kata keras di dalam ruang sidang seusai surat putusan dibacakan Majelis.

"Saya tidak terima pak hakim, suami saya tidak bersalah, kenapa yang lain tidak dihukum hanya suami saya. Saya tidak terima pak Hakim," kata Dian Anggraini isteri terpidana.



Di luar persidangan, perempuan ini terus berteriak menangis karena menurutnya suaminya itu tidak bersalah. "Ini kan perbuatan bersama-sama kenapa yang lain nggak di hukum, apa karena suami saya dimintai duit, terus nggak mau ngasih makanya dihukum begini," kata Dian terisak.

Dian bahkan menyebut sebelum kasus bergulir, dia dan suaminya sempat dimintai oleh pihak Kepolisan uang sebesar Rp150 juta perihal kasus tersebut. Namun, dia enggan memberikan uang, lantaran menurutnya lebih baik menyumbang ke panti asuhan (anak yatim) dari pada harus memberi kepada mereka (polisi).

"Videonya saya ada lengkap bersama saksi saya ada. Kalau waktu itu polisi minta Rp150 juta, turun menjadi Rp50 juta, terus yang terakhir mereka bilang samain sama tersangka lainya yaitu Rp30 juta, berartikan hukum ini dijualbelikan. Saya tidak terima kenapa yang lain tidak dihukum sementara suami saya dipenjara apa karena nggak bayar Rp30 juta itu," katanya.
 

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR