LAMPUNG POST | lampost.co logo
2017 13 June
7589
LAMPUNG POST | Istana Apresiasi 10 Perusahaan Bebaskan Tanah JTTS
Presiden Joko Widodo mengapresiasi kesediaan 10 perusahaan di Lampung yang mau membebaskan lahannya untuk pembangunan jalan tol trans-Sumatera . (Dok.Lampost)

Istana Apresiasi 10 Perusahaan Bebaskan Tanah JTTS

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Pemerintah Presiden Joko Widodo mengapresiasi kesediaan 10 perusahaan di Lampung yang mau membebaskan lahannya untuk pembangunan jalan tol trans-Sumatera (JTTS). Kesediaan pengusaha itu hasil dari pertemuan Pemprov Lampung, Kantor Staf Presiden (KSP), dan Kantor Wilayah Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Lampung, di KSP Jakarta, pada Jumat, 9 Juni 2017.

Kepala Kanwil ATR/BPN Lampung, Iing Sarkim, mengatakan seluruh perusahaan menyatakan siap melepaskan tanah untuk pembangunan JTTS. "Kami berterima kasih kepada Pemprov Lampung yang konsisten mengawal pembebasan tanah JTTS ini. Terima kasih juga kepada perusahaan yang koorperatif. Dari hasil pertemuan itu, kami optimistis pembebasan tanah selesai tepat waktu, yakni akhir Juli 2017," kata Iing di Bandar Lampung, seperti rilis yang diterima Lampost.co, Senin (12/6/2017).
Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo, melalui ketua tim percepatan pembangunan JTTS Lampung, Adeham, mengatakan ada sejumlah masalah dalam pembebasan tanah. "Pada umumnya, pemilik lahan tidak menerima perhitungan tim penilai dan ingin harga tanahnya naik. Padahal, harganya sangat wajar sesuai UU No. 2/2012 tentang Pengadaan Tanah untuk Kepentingan Umum," kata Gubernur.

Dengan kendala itu, Iing yang juga ketua pelaksana pengadaan tanah JTTS Lampung menambahkan pihaknya terus berkomunikasi dengan perusahaan. Hasilnya, para perwakilan perusahaan di Lampung menyatakan mendukung pembangunan JTTS. "Pada 6 Juli nanti, kesepuluh perusahaan itu diundang ke kantor presiden untuk menerima penghargaan dan ucapan terima kasih karena mendukung pembangunan JTTS," ujarnya.
Kemudian, kata Iing, lima dari sepuluh perusahaan perkebunan itu selesai 100% pembebasannya, yakni PT GGP sepanjang 9,9 km, PT TBL (Bumi Waras Group) 5,38 km, PT GMP (7 km) beserta anak perusahaan PT Bumi Madu Mandiri (1,4 km), dan PT Citra Lamtorogung Persada (1,2 km).

"Adapun lima perusahaan yang belum tuntas 100%, karena ada yang lahannya bersengketa dengan masyarakat dan minta izin menunggu panen. Ada juga yang masih menunggu penjelasan lebih detail, seperti PT Huma Indah Mekar dan PTPN 7, lahan yang terkena jalan tol masih digarap masyarakat karena sejak dibeli belum balik nama. Dengan demikian, dari total 252 km panjang JTTS di Lampung, 90% terbebaskan. Sisanya 10% harus selesai akhir Juli 2017" ujarnya.

BAGIKAN


loading...
  • LAMPUNG POST
  • LAMPUNG POST | Radio Sai 100 FM
  • LAMPUNG POST | Lampost Publishing
  • LAMPUNG POST | Event Organizer
  • LAMPUNG POST | Lampung Post Education Center
  • LAMPUNG POST | Media Indonesia
  • LAMPUNG POST | Metro Tv