TEL AVIV (Lampost.co) -- Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dengan senang hati menyambut langkah Amerika Serikat (AS) keluar dari Dewan HAM PBB.

Dia menyebut dewan tersebut bias, tidak bersahabat, dan merupakan organisasi anti-Israel yang mengkhianati misinya sebagai pelindung HAM.



"Selama bertahun-tahun, Komisi HAM PBB telah terbukti menjadi bias, bermusuhan, dan organisasi anti-Israel yang telah mengkhianati misinya untuk melindungi hak asasi manusia," sebut pernyataan dari kantor PM Israel, dikutip dari Times of Israel, Rabu (20/6/2018).

Sementara itu, pengawas independen Human Rights Watch (HRW) menyebut bahwa kepedulian AS hanya untuk Israel.

"Penarikan administrasi AS adalah refleksi menyedihkan dari kebijakan HAM dan fokus AS hanya membela Israel serta kritik diutamakan di atas segalanya," kata dia.

"Dewan HAM PBB telah memainkan peran penting di negara-negara seperti Korea Utara, Suriah, Myanmar dan Sudan Selatan, tetapi yang dipentingkan Donald Trump hanya Israel," lanjutnya.

Baca Juga:

Menlu AS Nilai Kinerja Dewan HAM PBB Sangat Buruk

Amerika Serikat Keluar dari Dewan HAM PBB

Awalnya, AS sempat menolak untuk bergabung dengan Dewan HAM PBB ketika badan ini dibentuk pada 2006, ketika AS dipimpin oleh George W. Bush dan duta besar AS untuk PBB adalah John Bolton, yang saat ini menjadi penasehat keamanan nasional.

Sejak Trump menjabat, AS telah mundur dari badan PBB UNESCO, keluar dari Kesepakatan Iklim Paris yang didukung oleh PBB, dan memangkas pendanaan ke PBB. 

loading...

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR