BENTENG terakhir laskar Negara Islam Irak Suriah (ISIS) di Desa Baghouz, Suriah, ditaklukkan. Pasukan Demokrat Suriah (SDF) memperingatkan ribuan anggota ISIS yang berasal dari negara asing bak “bom waktu” yang harus segera “dijinakkan” oleh dunia.

AFP dikutip Kompas.com, Minggu (24/3), melaporkan para pemimpin dunia segera menyambut pengumuman ISIS sudah ditaklukkan. Namun, ketika SDF menyapu Desa Baghouz hingga hancur, masalah ribuan anggota ISIS dari 54 negara asing yang kini ditangkap dinilai masih menimbulkan ancaman.



"Ada ribuan anggota, anak-anak, dan perempuan dari 54 negara, tidak termasuk Irak dan Suriah, yang menjadi beban serius dan bahaya bagi kami dan masyarakat internasional," kata Abdel Karim Omar, juru bicara urusan luar negeri pasukan Kurdi.

"Jumlahnya meningkat secara besar-besaran selama 20 hari terakhir dari operasi Baghouz," tambahnya.

Operasi itu menyebabkan ribuan orang meninggalkan tempat perlindungan terakhir mereka. Beberapa anggota ISIS melarikan diri, banyak yang memilih tinggal menyerah atau bertempur sampai mati.

Menurut pasukan yang koalisinya dipimpin AS itu, 66 ribu orang telah meninggalkan wilayah kantong terakhir ISIS sejak Januari lalu, termasuk 5.000 anggota ISIS dan 24 ribu kerabat mereka.

Serangan SDF sempat dihentikan beberapa kali karena membuka koridor kemanusiaan bagi orang-orang untuk dievakuasi.

Pemerintahan otonomi Kurdi, yang secara de facto berada di timur laut Suriah, mengaku tidak memiliki kapasitas penahanan untuk banyak orang, apalagi mengadili mereka.

Banyak dari negara asal anggota ISIS yang enggan menerima mereka kembali karena risiko keamanan potensial dan reaksi publik. Beberapa bahkan mencabut kewarganegaraan anggota ISIS yang ditahan di Suriah.

"Harus ada koordinasi antara kami dan komunitas internasional untuk mengatasi bahaya ini," kata Omar. "Ada ribuan anak yang dibesarkan dengan ideologi ISIS. Jika anak-anak ini tidak dididik ulang dan diintegrasikan kembali ke masyarakat, mereka adalah calon teroris pada masa depan."

SDF dibantu koalisi AS mulai melancarkan serangan ke Baghouz, benteng terakhir ISIS, sejak 9 Februari. "Kami mendeklarasikan kemenangan total dan 100% kekalahan teritorial ISIS. Pada hari yang unik ini, kami memperingati ribuan martir yang membuat kemenangan ini menjadi nyata," demikian juru bicara SDF Mustafa Bali menulis di Twitter.

Kini jadi pekerjaan rumah 54 negara asal anggota ISIS yang pulang kampung dari Suriah.

BERITA LAINNYA


EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR