BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Putri bungsu presiden ke empat RI Almarhum K.H.Abdurrahman Wahid (Gusdur),  Inayah Wulandari, menjadi pembicara dalam diskusi peringatan haul Gusdur ke-8 yang digagas Kelompok Diskusi Kader atau Klasika, di Rumah Ideologis Klasika, di Jalan Sentot Alibasa, Way Dadi, Sukarame Bandar Lampung, Sabtu (6/1/2018).
Inayah menekankan toleransi bukanlah hal yang hanya perlu didiskusikan,tetapi toleransi harus dilakukan dalam kehidupan. Hal utama yang menurut Inayah perlu dilakukan setiap manusia adalah menyadari bahwa ada orang lain yang hidup bersama-sama dengan kita."Sayangnya, orang-orang Indonesia, sepertinya suka lupa, ada orang lain di samping mereka, padahal toleransi itu syaratnya adalah menyadari ada orang lain," ujarnya di hadapan puluhan peserta diskusi.
Sementara kunci toleransi lainnya, menurut Inayah adalah menganggap orang lain setara, baik yang mayoritas ataupun minoritas. "Beda itu asik-asik saja," ujarnya dalam diskusi yang dipandu oleh Fatikhatul Khoiriyah yang juga ketua Bawaslu Lampung.
Inayah juga memenuhi permintaan peserta diskusi, membacakan puisi yang diciptakannya sendiri untuk almarhum ayahnya,Gusdur.

Penanggungjawab program kelompok diskusi Klasika, Een Riansyah  mengatakan diskusi yang langsung menghadirkan putri bungsu Gusdur tersebut menjadi agenda diskusi penutup, dalam rangkaian peringatan haul ke 8 Gusdur yang digagas Klasika. Sebelumnya, Klasika juga telah mengadakan dua kali diskusi serupa dengan menghadirkan narasumber yaitu penulis dan aktivis NU Nur Khalik Ridwan dan intelektual NU KH. Ahmad Baso, Desember 2017 lalu. 




 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR