BANDAR LAMPUNG (lampost.co) -- Pemerintah berupaya agar dunia pertanian di Indonesia maju dan berdaya saing. Berbagai program irigasi dicanangkan pemerintah, salah satunya dengan menggulirkan Water Resources and Irrigation Sector Management Program (WISMP) yang bertujuan meningkatkan produksi hasil pertanian melalui penyempurnaan sistem pengaturan, pengelolaan kelembagaan, keberlanjutan fiskal, pengelolaan, dan kinerja dalam pengelolaan sumber daya air.
Kegiatan WISMP yang terdiri dari dua tahap dibuat untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan sumber daya air wilayah sungai dan irigasi, meningkatkan produktivitas dan produksi pertanian di lahan beririgasi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan penurunan kemiskinan. Tujuannya, dalam rangka mendukung ketahanan pangan nasional.
Target yang akan dicapai secara nasional adalah peningkatan produksi usaha tani 155 dalam area seluas 390 ribu hektare sawah. Selain itu, peningkatan kesejahteraan seluruh Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) di areal kegiatan.
“Saya berharap masyarakat ikut memelihara seluruh jaringan irigasi, terutama Perkumpulan Petani Pemakai Air yang sudah dilantik. Berdayakan air yang tersedia untuk meningkatkan produksi pertanian karena Lampung sekarang masuk lima besar lumbung pangan nasional,” ujar Gubernur Lampung M Ridho Ficardo dalam rilis yang diterima Lampung Post, Selasa (12/12/2017).
Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pengelolaan Sumber Daya Air Lampung Edarwan mengaku termotivasi mengamankan kebijakan Gubernur untuk mendukung para petani agar bisa terus menanam. “Saat ini bisa dibilang Lampung berhasil dalam manajemen air. Awalnya enggak mudah, menambah volume jumlah tanam itu tidak seperti membalikkan telapak tangan,” katanya.
Dia mencontohkan Bendungan Batutegi mampu mengairi sawah petani seluas 55 ribu hektare. Lalu di musim tanam kedua yang tadinya 30 ribu hektare naik menjadi 55 ribu hektare. Dan di musim tanam ketiga yang tadinya tidak tanam sama sekali menjadi tanam seluas 31 ribu hektare. “Bayangkan saja peningkatan produksi hasil pertaniannya,” ujar Edarwan. 

EDITOR

Isnovan Djamaludin

TAGS


KOMENTAR