PRINGSEWU (Lampost.co)--Iklim investasi di Pringsewu dinilai cukup kondusif yang dilihat dari naiknya jumlah investasi ke Pringsewu. Tahun 2016, besaran investasi yang masuk mencapai Rp2,166 triliun, sementara 2017 naik 7,5 persen menjadi Rp2,328 triliun.

Kepala Dinas Perizinan Kabupaten Pringsewu, Fadholi, mengungkapkan hal itum Rabu (7/2/2018). Ia menjelaskan besaran investasi yang masuk ke Pringsewu tersebut meliputi berbagai bidang usaha: bidang retail (perdagangan), perumahan, pariwisata yang di dalamnya banyak jenis usaha dan perbankan.
Fadholi menambahkan nilai investasi sebesar Rp2,166 triliuan adalah besaran modal usaha yang akan dibangunkan di Pringsewu. "Setiap calon investor yang akan menanamkan modalnya ke Pringsewu, selalau saya tanya berapa modal yang akan dibawa, sehingga kami bisa hitung jumlahnya," ungkap Fadholi.
Dia menambahkan pada tahun 2017 alhamdulillah mengalami kenaikan sebesar 7,5 persen atau sekitar Rp2,328 triliun.
Menurut dia, kenaikan investasi di Pringsewu karena pemerintah semakin hari semakin mudah dalam memeberikan pelayanan. Contohnya pemerintah saat ini telah menghilangkan izin HO atau izin gangguan. Yang ada adalah izin teknis: jika izin perdagangan maka di keluarkanlah surat izin usaha perdagangan (SIUP), izin peternakan langsung di keluarkan setelah dapat rekomendasi dari dinas teknis.
Menurut Fadholi, memang banyak calon investor yang mengaku mengeluh proses perizinan. Jadi mulai sekarang BKPRD akan dihapus setelah keluarnya Pemendagri No.116 tahun 2017 tentang koordinasi penataan ruang daerah. Dalam Permendagri tersebut intinya akan melakukan penyerderhanann dalam proses pengurusan perizinan usaha.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR