KRUI (Lampost.co)--Inspektorat Pesisir Barat telah menerima puluhan laporan terkait persoalan dan pelanggaran disiplin aparatur sipil negara (ASN) dan kasus lainnya di kabupaten itu, selama Juli-Oktober 2017.

Inspektur Edy Mukthar kepada Lampost.co, saat ditemui di kantornya, Jumat (13/10/2017), mengatakan dibanding tahun lalu dalam kurun waktu yang sama terjadi kenaikan berlipat, laporan yang diterima pihaknya.
"Membludak kasus tahun ini dari tahun kemarin," kata Edy yang enggan menyebutkan jumlah kasusnya.



Kata dia, contoh persoalan yang mereka terima laporannya ada PNS yang dilaporkan atas kasus penipuan. Solusinya ada yang selesai dengan mediasi, seperti permohon cerai antarPNS, ada yang masih menunggu keputusan tetap pengadilan untuk menjatuhkan sanski kepada PNS bersangkutan. Bahkan ada PNS yang sudah dipecat.

"Tetapi inspektorat tidak bisa memvonis, memberikan sanski, kami hanya menjalankan perintah putusan pimpinan, inspektorat lebih menonjol ke pembinaan," jelas dia.

Terkait persoalan juru tulis pekon Negeriratu Ngambur, Kecamatan Ngambur, yang diminta peratin aparat dan masyarakat pekon setempat untuk dicopot dari jabatannya karena dinilai tidak menjalankan kinerja dengan baik. "Hari Senin (16/10/2017), kami akan panggil semua yang terlibat didalamnya untuk dimintai keterangan," kata Edy.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR