SULIT tidur atau insomnia kemungkinan besar berasal dari keturunan genetik. Belum lama ini, para peneliti menemukan 47 bagian DNA yang menentukan seberapa mudah manusia tertidur.

Analisis DNA menyasar lebih dari 85 ribu orang. Dari situ, tim peneliti dari University of Exeter menemukan puluhan titik gen yang menentukan manusia cepat tertidur atau tetap terjaga. Dari total 47 titik gen, sekitar 36 gen belum pernah diidentifikasi sebelumnya. Temuan ini dapat menginformasikan upaya perbaikan kualitas tidur manusia.



Perubahan kualitas dan kuantitas tidur, berpotensi menimbulkan penyakit seperti diabetes, obesitas, dan gangguan kejiwaan. Mengidentifikasi gen di balik insomnia akan memberikan pemahaman baru mengenai pengaturan tidur.

BERITA LAINNYA


EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR