MENGGALA (Lampost.co)--Menanggapi pernyataan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo yang menyebutkan bahwa pelaku penjualan blangko KTP elektronik di toko online adalah anak dari Kepala Dinas Dukcapil di Tulangbawang, Sekkab Tulangbawang Anthoni mendampingi Bupati Tulangbawang Winarti telah melakukan croschek dan memang benar adanya penangkapan tersebut.

Sekkab Tulangbawang mengaku prihatin dengan adanya penangkapan mantan Kadisdukcapil berserta anaknya yang terkait blanko KTP-el pihaknya sudah berkordinasi dengan bupati dan beserta Kepala SKPD Dukcapil Tulangbawang agar dapat lebih mawas diri apalagi yang dipermasalahkan adalah blangko KTP-el.

Berita Terkait: Penjual Blangko KTP-el Ternyata Anak Kepala Dsidukcapil Lampung



Anthoni saat dikonfirmasi Lampost.co, Kamis(6/12/2018), mengatakan ia mewakili pemerintah daerah menyerahkan langsung kepada pihak kepolisian agar dilakukan proses hukum sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku dan ditetapkan.

Dia juga mengatakan bahwa tersangka Pir merupakan mantan Kadis disdukcapil yang telah pensiun per 1 Oktober 2018.

Sementara itu, Kadisdukcapil Tulangbawang Achmad Suharyo, mengatakan pihaknya dalam permasalahan ini menyerahkan sepenuhnya
kepada pihak berwajib dan kita mendukung dan mendorong penuh langkah-langkah selanjutnya yang dilakukan oleh Mabes Polri agar kasus
ini dapat diselesaikan secara tuntas karena kasus ini sebagi bentuk koreksi kedepanya agar tidak terulang lagi khususnya di Kabupaten Tulangbawang karena telah menyangkut persoaln KTP-el.

Baca juga : Anak Mantan Kadisdukcapil Diduga Curi Blangko KTP-El

Dia mengatakan pihaknya berterima kasih kepada semua pihak karena telah mengungkap kasus ini, sudah jelas bahwa blangko KTP-el tidak bisa disalah gunakan terlebih apalagi diperjualbelikan, langkah kita atas masalah ini khususnya didalam internal dinas Pendudukan catatan sipil.
"Kita juga sudah melakukan penertiban dan langkah agar tidak terulang kembali hal seperti ini. Saya berharap kepada pihak kepolisian agar dapat dilakukan proses kasus ini secara tuntas sesuai prosedur dan ketetapan yang berlaku, karena ini membawa dampak buruk bagi kabupaten Tulangbawang, dan atas kasus ini kami juga telah melakukan penertiban di internal khususnya di Dinas Catatan sipil Tulangbawang, hal ini bertujuan agar kasus ini tidak terulang kembali,” ujarnya.

loading...

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR