BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Terkait imbauan Polresta Bandar Lampung soal pengerahan massa mitra ojek online karena persoalan pribasi, Koordinator Gabungan Admin Shelter Pengemudi Ojek Online (GASPOOL) Miftahul Huda menegaskan pihaknya tidak ikut campur permasalahan pribadi. 

"Adapun kejadian di RM. Geprek Bensu Kedaton itu adalah akibat informasi di media sosial yang beredar bahwa Mitra Gojek dikeroyok oleh Karyawan Bensu sehingga memancing solidaritas sesama driver. Persoalan yang terjadi ternyata adalah masalah pribadi tentu tidak diketahui sejak awal," kata dia kepada Lampost.co, Selasa (14/8/2018).



Fakta tersebut, lanjut dia, diketahui keesokan harinya saat proses pemeriksaan saksi dan barang bukti. "Sehingga tidak tepat jika dikatakan bahwa Mitra ojek daring itu ikut campur permasalahan pribadi," katanya. 

Lalu mengenai persoalan yang terjadi Selasa (14/8/2018) di Bengkel Tunas Gemilang Jalan Pajajaran itu adalah murni karena motor Mitra yang servis di bengkel tersebut dilarikan oleh mekanik. "Sedangkan pemilik bengkel awalnya tak mau bertanggung jawab. Ini jelas bukan persoalan pribadi. Ini pidana dan telah diserahkan kepada Polsek Sukarame untuk penangannya," kata dia.

Pihaknya berharap kepolisian bisa memilah dua persoalan tersebut. "Jangan menyamaratakan setiap persoalan. Dan kami berharap jangan sekedar meminta kami, tapi juga berikanlah pembinaan dan bimbingan kepada kami. Arahkan kami agar lebih baik lagi. Kan organisasi sudah ada GASPOOL bisa diajak kerjasama untuk menjaga keamanan dan ketertiban bersama," ujarnya. 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR