KRUI (Lampost.co) -- Kepala Seksi Bidang Jalan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Pesisir Barat (Pesibar, Adrian Sani kepada Lampost.co,  Minggu (6/5/2018), mengatakan pihaknya akan segera menindaklanjuti kejadian tersebut dan segara menyampaikan kepada pihak pemborong pelaksana pekerjaan.

"Kalau memang iya, kita dapat temui. Itukan kan masih ada masa pemeliharaan," kata dia.
 
Sebelumnya, Pauzan (43) warga Pekon Wayeedak, Kecamatan Pesisir Tengah mengeluhkan lahan sawahnya yang berada di wilayah pemangku (dusun) 3 Pekon Wayredak sudah empat kali musim panen, tidak bisa di garap akibat tertimbun pasir bekas pembangunan jalan rigid beton dari Dinas PU tahun  2017 lalu.



"Padahal dari hasil sawah ini lah kami menggantungkan hidup keluarga. Sawah saya enggak luas, ditambah sekarang satu petak sawah saya, yang berukuran 30x20 meter itu sudah tidak bisa di garap sama sekali, sebab tertutup pasir," kata dia.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR