KALIANDA (Lampost.co) -- Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyatakan dari empat ruas jalan tol Bakauheni- Indralaya, Sumatera Selatan, sepanjang 351 kilometer, baru ruas Palembang- Sp Indralaya yang pembebasan lahannya telah mencapai 100% dengan pembangunan fisik mencapai 95,46%.

Demikian disampaikan Menteri BUMN Rini Soemarno saat melakukan ekspedisi tembus Tol Trans Sumatera ruas Bakauheni- Palembang, Sumatera Selatan Rabu-Kamis (29-30/8/2018).



Progres per Agustus, ungkap Rini, pembebasan lahan tol ruas Palembang- Simpang Indralaya, Sumatera Selatan sepanjang 22 kilometer telah mencapai 100% dan fisik 95,46%.

Sedangkan pembebasan lahan tol ruas Bakauheni - Terbanggi Besar sepanjang 140 km telah rampung 96,40% dan fisik 86,02% serta pembebasan lahan tol ruas Terbanggi Besar- Pematang Panggang 112 km telah mencapai 90,80% dan fisik 73%. 

Kemudian pembebasan lahan tol ruas Pematang Panggang- Kayu Agung sepanjang 77 km mencapai 90,80% dan fisik 70%.

“Pembangunan jalan tol ini bisa dibilang sangat cepat. Ini Bener-beber prestasi yang membanggakan yang diharapkan selesai akhir tahun 2019,” ucap Rini Soemarno.

Berdasarkan Perpres No.100 tahun 2014 dan Perpres No.117 tahun 2015 tentang percepatan pembangunan JTTS dengan menugaskan kepada PT Hutama Karya (Persero) untuk melaksanakan pembangunan sebanyak 24 ruas JTTS Bakauheni- NAD sepanjang kurang lebih 2.770 km. Dimana ruas tol Bakauheni- Terbanggi Besar - Pematang Panggang- Kayu Agung- Palembang- Sp Indralaya sepanjang 351km adalah merupakan jaringan 24 ruas tol trans sumatera  dengan prioritas di 8 ruas sepanjang kurang lebih 644 km. 

“Dengan lebar ROW  pada ruas Bakauheni-Terbanggi Besar- Pematang Panggang- Kayu Agung 120 meter, nantinya dapat dikembangkan terintegrasi dengan jalur ganda kereta api, jalur tranamisi tegangan ekstra tinggi (SUTET)  dan pembangunan backbone,” jelas Rini.

Menteri BUMN menambahkan investasi yang dibutuhkan untuk kontruksi pembangunan jalan tol ruas Bakauheni- Sp Indralaya, Sumsel sepanjang 351 km itu mencapai Rp42,99 trilun.

“Pendanaan berasal dari equity PT Hutama Karya (PMN) dan pinjaman,” pungkasnya. 

 

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR