BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Perkara dugaan asusila yang dituduhkan kepada Ce yang merupakan dosen FKIP Unila, dengan pelapor yakni DC mahasiswi bimbingannya, dengan nomor laporan LP/B-67/IV/2018/SPKT tertanggal 24 April 2018, ternyata memasuki babak baru.

Usai melakukan pemanggilan ke semua saksi, pelapor dan terlapor, penyidik Subdit IV Remaja anak dan wanita (Renakta) Ditreskrimum Polda Lampung menaikkan perkara tersebut dari lidik, menjadi sidik.



"Setelah kita gelar perkara, dan mengambil keterangan dari berbagai saksi, ada bukti permulaan. Kasus ini kita naikan sidik," ujar Kasubdit IV Renakta AKBP I Ketut Seregi, Kamis (7/6/2018).

Kendati sudah naik ke tingkat sidik, namun terlapor saat ini statusnya belum menjadi tersangka. Penyidik akan kembali memeriksa terlapor dan para saksi lainnya.

"Kan kemarin terlapor sifatnya klarifikasi. Nah habis lebaran kita panggil lagi dia, untuk resmi diperiksa. Suratnya juga sudah kami sampaikan ke terlapor," katanya.

Ternyata penyidik juga menemukan keterangan yang baru. Ada dua rekan korban, yang juga mahasiswi terlapor diduga menjadi korban asusila oleh DC. "Tapi keterangan mahasiswi lainnya bukan pelaporan tapi bahan sidik kita," katanya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR