BANDAR LAMPUNG (LAMPOST.CO) -- BM sang supir, mengatakan awalnya ia mengajak dua rekannya mengendarai mobil ayahnya, untuk mencoba melancarkan kemampuan mengemudi. Selepas keluar dari gang dekat kediaman mereka, muncul satu unit mobil Daihatsu Ayla berwarna merah, yang bersinggungan dengan mobil yang dikendarai BM.

Lantas, mobil BM dikejar oleh mobil Ayla dan keduanya saling memacu kendaraan dari arah Rajabasa menuju Panjang. Sang supir Taruna (BM) juga diliputi rasa ketakutan. Ayla tersebut terus mengejar sambil memepet Taruna yang dikemudikan oleh BM. Hingga BM pun terpepet ke median jalan, kehilangan kontrol dan meloncat melewati median jalan. Di situlah pikap L300 yang dikemudikan olah Sahrial melaju, dan saling adu banteng dengan Taruna.



"Jadi keluar dari gang , Ayla itu belok kiri. Saya masuk ke kanan, terus mempet mobil saya mau masuk selokan. Mobil dia kayaknya lecet, terus dia ngejer saya mepet terus disamping," katanya.

BM pun mengaku memang tak memiliki SIM, dan mobil yang ia kendarai milik ayahnya berinisial SL, yang merupakan PNS di Universitas Lampung. BM, GA dan NL, juga terlihat mengalami luka-luka, dibagian tangan,pelipis, dan kaki akibat benturan dan tabrakan. Saat itu, BM dan NL berada di kursi bagian depan, sedangkan GA dibagian tengah sambil tertidur.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR