Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pihak RS Bumi Waras menyatakan ada miskomunikasi antara dokter dan pihak keluarga yang merasa ditolak di rumah sakit tipe C tersebut. Direktur Pelayanan RS BW Arief Yulizar mengatakan, pasien berumur 14 tahun yang mengalami kecelakan lalu lintas saat bersepeda motor itu masuk ke UGD RS BW dengan patah tulang rahang bawah. Setelah itu, pasien kemudian dirawat di ruang Nuri, dan ditangani oleh dokter gigi spesialis bedah mulut. "Pada saat dokter spesialis datang, direncanakan operasi, perawat sudah menjelaskan ke dokter bahwa sedang dalam pengurusan Jasa Raharja," kata Arief kepada Lampost.co, Minggu (9/9/2018). Kemudian disinilah terjadi miskomunikasinya. "Dokter menjelaskan ke pasien, biasanya kalau mau operasi ada DP dulu, tanpa konfirmasi lagi ke manajemen," jelas Arief. Mendengar pernyataan dokter itu, kata Arief, keluarga pasien diduga marah sehingga terjadi adu mulut dengan dokter. "Keluarga pasiennya keburu marah dengan dokter, sehingga terjadi adu mulut," kata dia. Atas peristiwa adu mulut itu, dokter menganjurkan dirujuk ke RSUDAM. Keputusan itu bukan tanpa alasan, dokter menilai sudah tidak ada kepercayaan antara keluarga pasien dan dokter. "Karena sudah tidak terjadi kepercayaan dokter pasien, maka dokternya menganjurkan rujuk saja ke RSAM. disini letak miskomunikasinya," kata dia. Sebelumnya juga, lanjut Arief dokter jaga ruangan sudah coba menengahi baik ke dokter dan keluarga pasien, tetapi pasien tetap minta dirujuk ke RSUDAM.

EDITOR

Firman Luqmanulhakim

TAGS


KOMENTAR