BANDAR LAMPUNG (lampost.co) -- Kepala SMAN 5 Bandar Lampung, Hendra Putra menjelaskan penawaran pembuatan seragam kepada sejumlah orang tua siswa yang diterima di tempatnya oleh salah satu penjahit di Bandar Lampung bertepatan hari pengumuman kelulusan, bersifat penawaran dan tidak dipaksakan. 

Menurut dia, perlengkapan seragam sekolah ditawarkan penjahit yang difasilitasi pihaknya antara lain seragam batik, olahraga, OSIS, pramuka, topi dan dasi, itu tidak dipaksakan seluruh item dipesan, melainkan sesuai kebutuhan calon peserta didik. 



"Kami hanya memfasilitasi tempat saja, yang menawarkan dan menerima dananya adalah pihak penjahit sendiri. Kalau ada yang berminat silahkan, kalau tidak juga tidak apa-apa," ujar dia.

Ia mengatakan, bila orang tua calon peserta didik belum berkenan memesan seragam selama pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB), itu bisa memesan setelah PPDB. Pihak sekolah akan memberikan alamat penjahit, bila terdapat calon peserta didik hendak memesan. 

"Pesan seragam setelah PPDB juga tidak apa-apa, tetapi kami berharap kepada orang tua minimal memesan seragam batik kepada penjahit agar pakaian itu bisa sama dengan seluruh siswa, baru," ujar Hendra.

Menjawab pertanyaan sejumlah orang tua terkait penawaran seragam sekolah bertepatan dengan menjelang hari raya, Hendra mengatakan bahwa itu hanya kebetulan saja, karena PPDB tahun ini bersamaan dengan bulan ramadan.

"Maksud menawarkan sekarang adalah agar orang tua siswa tidak bolak-balik ke sekolah lagi. Kalau sudah dipesan sekarang, pada saat ajaran baru siswa sudah bisa memakai seragamnya," kata dia.

 

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR