BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Lampung Rudi Harianto mengatakan sejak pagi pihaknya memantau pergerakan awan di atas atmosfer di lautan Jawa yang mengara ke barat khsususnya di Lampung. 
Kondisi tersebut didukung cuaca wilayah Lampung yang sedang panas sehingga menimbulkan tekanan rendah dan mengakibatkan angin dari laut Jawa membawa awan potensi hujan ke wilayah Lampung.  
"Ketika suhu permukaan di wilayah Sukarame sedang panas, maka awan yang berpotensi hujan di atas permukaan sukarame menimbulkan angin kencang," kata dia saat dihubungi Lampost.co, Selasa (12/6/2018).
Dalam kondisi itu, angin kencang muncul, kemudian ketika tekanan semakin kuat timbulah kebocoran dari awan cumulonimbus. 
"Kondisi hujan skalanya lokal atau tidak merata,  hanya terjadi di sekitar Sukarame," imbuhnya.
Menurutnya, berdasarkan dinamika atmosfera, dua hari kedepan masih ada potensi hujan.  Namun untuk puting beliung pihaknya belum bisa meprediksi. 
"Karena puting beliung durasi hanya tiga sampai lima menit,  dan skala luasan hanya lima kilometer saja," imbuhnya.
Pihaknya mengimbau kepada masyarakat tetap waspada meskipun saat ini telah memasuki musim kemarau.  Ketika ada awan hitam pekat maka perlu diwaspadai. "Waspada terhadap pohon tumbang, "ujarnya.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR