BANDAR LAMPUNG (lampost.co) -- Enam tersangka pelaku eksploitasi lansia yang menyandang disabilitas, bakal dijerat Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2017 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Orang.

Dirreskrimum Polda Lampung Kombes Bobby Marpaung mengatakan, pelaku dikenakan pasal 2 ayat (1), yang berbunyi, Setiap orang yang melakukan perekrutan, pengangkutan, penampungan, pengiriman, pemindahan, atau penerimaan seseorang dengan ancaman kekerasan, penggunaan kekerasan, penculikan, penyekapan, pemalsuan, penipuan, penyalahgunaan kekuasaan atau posisi rentan, penjeratan utang atau memberi bayaran atau manfaat walaupun memperoleh persetujuan dari orang yang memegang kendali atas orang lain, untuk tujuan mengeksploitasi orang tersebut di wilayah Negara Republik Indonesia, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 3 tahun dan paling lama 15 tahun.



Bobby menjelaskan, pengungkapan kasus tersebut berawal dari MM, yang ditemukan oleh saudaranya bernama Eka Setiawan, warga Cianjur, Jawa Barat. Kemudian ia melapor temuan tersebut ke Subdit III Jatanras. Tenyata MM yang mengemis di SPBU sekitaran Garuntang, hendak dijemput oleh NN.

"Langsung kami amankan," katanya kepada lampost.co, Jumat (17/8/2018).

Ketika dikembangkan, ternyata ada komplotan lain juga yang memberikan tempat tinggal kepada para pengemis di kontrakan milik mertuanya SP. "Kemudian disana kita tangkap empat orang lain, kendati beda, tapi saling mengenal," katanya.

Saat ini kelima lansia tersebut dititipkan di rumah kontrakan tempat mereka tinggal dan dikoordinasikan dengan RT setempat, agar dirawat untuk sementara waktu.

"Nanti kita bakal koordinasi dengan Dinas Sosial, dan mencari keluarga korban, jika ada yang kenal silahkan hubungi Polda Lampung," katanya.

 

EDITOR

Ricky Marly

TAGS


KOMENTAR