BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- CE dosen FKIP Unila yang ditetapkan tersangka oleh penyidik subdit IV Remaja, Anak, dan Wanita (Renakta) Ditreskrimum Polda Lampung, dijerat dengan Pasal 290 Ayat (1) KUHP, yakni barang siapa melakukan perbuatan cabul dengan seseorang, padahal diketahuinya bahwa orang itu pingsan atau tidak berdaya, diancam dengan pidana paling lama 7 tahun penjara.

Selain itu CE juga diancam dengan Pasal 281 Ayat (2) KUHP yakni, barang siapa dengan sengaja dan di muka orang lain yang ada di situ bertentangan dengan kehendaknya, melanggar kesusilaan, diancam dengan pidana penjara paling lama 2 tahun penjara.



"Ia kita kenakan Pasal 290 Ayat (1) dan Pasal 281 Ayat (2) KUHP. Kita periksa sebagai tersangka Jumat (10/3/2018) dan Sabtu kita tahan," ujar Kasubdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Lampung AKBP I Ketut Seregi, Senin (13/8/2018).

Baca Juga:

Dosennya Jadi Tersangka Kasus Asusila, Ini Tanggapan Rektor Unila

Tugas Mengajar Dosen CE Diserahkan ke Dekanat FKIP Unila

Ketut tak memaparkan secara rinci, CE ditingkatkan statusnya sebagai tersangka, namun berdasarkan hasil gelar perkara terakhir dengan bukit tambahan dari ahli bahasa dan psikologi, serta bukti lain dan keterangan saksi, Penyidik menjadikan CE sebagai tersangka. Hal tersebut juga termasuk, beberapa mahasiswi yang diduga menjadi korban perbuatan serupa, namun ia hanya menjadi saksi pada perkara tersebut. "Intinya, dua minimal alat bukti sudah terpenuhi," katanya.

Saat ini, penyidik juga sedang berusaha melengkapi berkas perkara CE untuk dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR