MENGGALA (Lampost.co)--Bagaiman kronologi keempat warga Bujungtenuk, Menggala yang semuanya wanita itu tewastenggelam di eks galian pasir,. Ternyata diduga Liyana (28)  hendak menolong anaknya dan dua keponakannya yang tenggelam.

Tiga korban meninggal dunia lainnya yakni Zahra (7) Binti Erwin, putri dari korban Liyana (28) Binti Helmi, serta dua keponakannya  yang kembar yakni  Elsa Dianti (10) dan Elsi Dianti (10) Binti Ermadi. 



Ke empat perempuan itu, merupakan satu keluarga. Mereka diketahui hendak pergi untuk menggembala kerbau.
Kapolsek Menggala Iptu Zulkifli mengatakan, tenggelamnya para korban bermula pada saat mereka hendak menggembala kerbau di sekitar bekas galian pasir yang lokasinya tidak jauh dari rumah mereka.

Diduga setibanya ditempat tujuan ke tiga korban  yang masih anak-anak itu, langsung menceburkan diri ke lubang bekas galian pasir, untuk mandi. namun tenggelam.
Dia menduga karena mengetahui ke tiganya tenggelam, korban Liana langsung spontan mencoba menyelamatkan dengan cara ikut menceburkan diri kedalam bekas galian pasir yang berisi air itu.

Berita Terkait: Empat Korban Tewas di Eks Galian Pasir Masih Satu Keluarga

"Diduga almarhumah Liyana hendak menyelamatkan ketiga korban. Namun karena kondisi lubang galian cukup dalam dan korban tidak bisa berenang sehingga korban juga ikut tenggelam," kata dia, kepada lampost.co, Sabtu (4/8/2018) malam.

Dia menjelaskan, tenggelamnya para korban diketahui, karena terdapat anak-anak yang mengetahui peristiwa itu dan melaporkan ke warga.

Mendapatkan kabar itu, warga langsung mencoba menyelamatkan korban dengan cara menyelam dan berhasil menemukan salah satu korban dalam keadaan tidak bernyawa. Tidak berselang lama, warga lainnya berdatangan memberi bantuan.

"Ada anak-anak yang mengetahui peristiwa tenggelam tersebut kemudian memberitahukan kepada saksi Zainal. Kejadiannya sore tadi," kata Kapolsek.

Zulkifli menerangkan, warga sempat membawa para korban ke rumah sakit setempat untuk diberi pertolongan. Namun, dokter menyatakan ke empatnya telah meninggal dunia.

"Sempat dibawa ke rumah sakit, tapi tidak tertolong, karena dokter menyatakan ke empatnya telah meninggal dunia. Sekarang para korban sudah dibawa ke rumah duka," ujarnya. 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR