KALIANDA (Lampost.co)--Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan dan Hortikultura (DTPH) Lampung Selatan, menngatakan metode penanaman padi jenis hazton banyak keunggulan. Dengan metode itu produksi panen padi petani akan meningkat.
Kepala Bidang Tanaman Pangan DTPH Lamsel, Mugiono mengatakan keunggulan dari metode penanaman padi Hazton adalah hasil produksi meningkat, penanamannya mudah, tanaman tidak mudah stress dan cepat beradaptasi.
"Kemudian keunggulan lainnya, yakni tahan terhadap hama seperti keong karena menggunakan bibit berusia tua, gulma akan sulit tumbuh karena jarak tanaman sangat rapat, dan mempercepat masa panan hingga 15 hari serta gabah yang dihasilkan bernas (berisi dan padat)," kata dia, Kamis (5/7/2018).
Selain itu, metode penanaman padi Hazton ini tentunya memiliki kelemahan tersendiri. Sebab, tidak ada metode penanaman yang sempurna, salah satunya memerlukan banyak benih, yaitu 100-125 kilogram per hektare.
"Kemudian, karena dengan metode ini tanaman rimbun, maka perlu dikawal dengan agencia hayati atau imunisasi padi, penggunaan decomposer atau sterilisasi lahan, dan bio fungisida. Selanjutnya perlu pupuk organik atau anorganik tambahan dari dosis normal, perlu keahlian khusus dalam pemeliharaan," ujarnya. 
Mugiono mengatakan untuk pola tanam sama seperti pada tehnik-tehnik lainnya, hanya pada tehnik hazton ini menggunakan 20-30 batang bibit perlubang dan bibit yang ditanam berusia 25-35 hari. "Pola tanamnya sama dengan yang lain. Cuma usia bibitnya sedikit lebih tua," katanya. 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR