PESAWARAN (Lampost.co) -- Pemerintah Kabupaten Pesawaran angkat bicara terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Direktorat Kriminal Khusus (krimsus) Polda Lampung di SMP 2 Pesawaran.

Sekda Pesawaran Kesuma Dewangsa saat diwawancarai lampost. co mengatakan, terkait OTT kepala Sekolah berinisial Z dan Kabid Sapras (K) tidak ada kaitannya Pemerintah Kabupaten Pesawaran.



"Tidak ada kaitannya dengan Pemda Pesawaran, itu adalah ulah oknum yang memanfaatkan kesempatan saja. Dalam hal ini kita tetap mengedepan asa praduga tidak bersalah," kata Kesuma Dewangsa, Rabu (29/8/2018).

Dia menjelaskan bahwa, terkait adanya dugaan pungli dan berkumpulnya kepala sekolah di SMPN 2 Pesawaran tanpa se pengetahuan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pesawaran. 

"Pengkoordiniran kepala sekolah untuk menyetorkan sejumlah uang tidak diketahui oleh Pemkab Pesawaran bahkan kepala Dinas Pendidikan Pesawaran karena kepala Dinas sedang PIM 2 di Bandung," jelasnya.

Dia menambahkan, kasus tersebut diserahkan sepenuhnya kepada pihak berwajib, dalam hal ini Polda Lampung dan jika terbukti, pihak Pemkab Pesawaran juga akan memberikan sanksi kepada dua orang oknum itu. 

"Terkait kepala Dinas tidak bisa dikonfirmasi awak media, sekali lagi saya katakan bahwa kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Fauzan Suaidi sedang ikut PIM 2 di Bandung.Yang jelas jika terbukti akan diproses sesusi dengan aturan yang berlaku, " ujarnya.

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR