BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Satpam UBL Renaldi Andika, saksi mata insiden mahasiswa tertembak di kampus setempat menjelaskan hubungan antara mahasiswa dan pria yang melepaskan tembakan.

Diketahui pria yang melepaskan tembakan tersebut merupakan anggota polisi KSKP Bakauheni berinisal JP. Menurut Renaldi antara mahasiswa dan anggota polisi tersebut tidak saling mengenal.



"Kebetulan tadi langsung kami amankan,an sekarang anggota itu sudah dibawa sama Polda," ujar Renaldi, Sabtu (9/8/2019)

Dari keterangan yang didapat satpam tersebut, saat itu JP sedang menunggu seseorang, dan sedang mengecek senjata api jenis FN, yang diduga rakitan.

"Katanya enggak sengaja, lagi di cek, terus terkokang," katanya.

Sebelumnya dikabarkan, seorang mahasiswa UBL bernama Heri Riyanto, terkena peluru nyasar di parkiran. kampus J L, pada Sabtu pagi (9/8/2019) sekitar Pukul 10.30 WIB.

Saat itu, terdengar suara letusan tembakan dari parkir tengah gedung C. Setelah disambangi oleh para satpam ternyata, seorang mahasiswa UBL terkena peluru di bagian perut.

Saat dikonfirmasi, Dirreskrimum Polda Lampung Kombespol M. Barly membenarkan hal tersebut. "Ia dan ini sudah di bawa ke propam untuk diselidiki," ujarnya, Sabtu (9/8/2019).

Namun dari informasi sementara, lanjutnya lagi, insiden tersebut tidak disengaja, dan tidak ada konflik antar korban dengan Brigadir JP.

"Jadi ini insiden, dugaan peluru nyasar, karena dari mobil (JP), itu ada jarak sekitar 50 meter, hal ini masih di dalami, tapi ini insiden sementara tidak disengaja," katanya.

Dari keterangan yang didapat, menurut Barly, saat itu brigadir JP sedang mengantarkan istrinya untuk kuliah.

"Makanya informasi yang beredar, sedang di cek kebenarannya, dan kami sudah di rumah sakit, untuk cek korban," kata alumnus akbari 1993 itu.

EDITOR

Abdul Gofur

TAGS


KOMENTAR