BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Pemerintah Kota Bandar Lampung tetap akan melakukan pengosongan lahan dan penggusuran lokasi pasar Griya Sukarame, Bandar Lampung yang akan dijadikan Kantor Kejari Bandar Lampung.

Plt Wali Kota Bandar Lampung Yusuf Kohar menegaskan lahan itu awalnya adalah diperuntukan sebagai pasar. Dia mengatakan warga yang mendirikan pemukinan ditempat itu harus menyadari bahwa lokasi itu bukan untuk tempat tinggal. "Awalnya diperuntukan pasar jadi untuk pasar, bukan untuk tempat tinggal," kata Yusuf Kohar, Kamis (10/5/2018).



Kalaupun akan dijadikan kantor Kejari Bandar Lampung, kata dia, itu tidak menyalahi, justru lebih baik dijadikan kantor seperti itu, daripada tidak tertata. "Itu kan tanah pemerintah, kalau jadi kantor Kejari ya bagus. Itu tanah pemerintah kota sudah diserahkan pak Herman ke Kejari," kata dia.

Yusuf Kohar pun menegaskan tidak ada unsur politik dalam keputusan tersebut. "Yang jelas kalau pemerintah benar, ya tetap kita lanjutkan, yang jelas pemerintah dalam posisi netral," kata dia.

Sebelumnya pemerintah telah melayangkan surat peringatan tiga kali, dan terakhir akan digusur pada Rabu (9/5/2018) kemarin. Namun setelah ada aksi massa, penggusuran ditunda. Belum jelas kapan waktu penggusuran akan dilakukan, namun hal itu tidak akan urung dilakukan.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR