BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Debat Pilpres yang ideal itu mengedepankan beberapa hal yakni tatacara, mekanisme, subtansi dan problem solving. Pengamat politik Lampung, Robi Cahyadi menjelaskan debat yang baik mengedepankan data dan fakta bukan justru menyampaikan hoaks atau informasi palsu.

"Debat dalam pilpres yang baik mengedepankan data dan fakta," kata dia, Selasa (12/2/2019).



Dia mengatakan tujuan debat untuk memberikan pendidikan politik bagi pemilih dan merubah pilihan atau preferensi pemilih berdasar visi dan misi kegiatan serta program yang ditawarkan oleh pasangan calon presiden. "Tujuannya berikan pendidikan politik dan merubah pilihan," ujarnya.

Menurutnya, penyebab debat pilpres pertama berlangsung monoton, penuh hati-hati dan minim subtansi yang disebabkan masing-masing calon kurang memaparkan solusi nyata dari masalah. "Debat pertama baru sebatas retorika dan minim makna," kata dia.

Dalam perdebatan ada waktu ofensif untuk agenda tertentu misalnya kemiskinan, ekonomi kerakyatan, korupsi, sumber daya alam, dan korporasi. "Jadi ofensif itu dalam hal substansi isi atau pertanyaan, bukan ofensif menyerang tanpa data dan asal bicara. Sedangkan santun itu artinya menjawab dengan data fakta solusi dan tidak emosi," kata dia.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR