BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Raja Duta Perbangsa (RDP) Seem R Canggu sebagai juru bicara Kepaksian Pernong Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak menyampaikan bahwa sejak ramainya informasi pelecehan budaya Lampung tersebut, dirinya sibuk meredam kemarahan masyarakat adat Saibatin Lampung.

"Usia saya saat ini 56 tahun lebih, artinya sudah pensiun. Kita tidak saling mengenal, tapi saudara (Seno Aji, red) sudah cukup merepotkan saya. Dari kemarin hingga semalam, saya tidak bisa istirahat karena meladeni dan berupaya meredam kemarahan para Panglima Adat, para Bahatur, para Punggawa, para hulu balang dan sebagian masyarakat adat akibat dugaan penghinaan saudara terhadap simbol adat kikat hanuang bani," kata dia kepada Lampost.co, Selasa (10/7/2018).



"Saya sebenarnya salut dengan saudara, mungkin karena saudara kaya. Mungkin juga saudara cerdas, sehingga kabarnya saudara pegang jabatan terhormat selaku Ketua AMPG Bandar Lampung. Dan dengan itu semua membuat saudara jumawa, seenaknya mengecilkan simbol pihak lain, simbol kebanggaan kami," ujarnya lagi.

Dia menyampaikan bahwa masyarakat Lampung punya kebanggaan yakni kikat hanuang bani. "Saudara pastilah tahu bahwa sebagian kami masyarakat adat, termasuk saya, tidak kaya, tidak pula pintar bahkan banyak yang tidak sekolah. Tetapi kami punya kebanggaan, bahasa kami 'kehangguman' salah satu diantaranya kikat hanuang bani. Kalaulah saudara berkenan sejenak saja merenung. Coba renungkan, bagaimana bila kebangaan saudara dilecehkan orang lain," kata dia.

Dia menyayangkan akibat pelecehan tersebut membuat kegaduhan. "Saudara Seno Aji, saya tidak tahu apa yang ada dalam pikiran saudara, sehingga membuat gaduh masyarakat adat Lampung dan untuk kepentingan apa. Beredar pula isu bahwa saudara bersama AMPG siap berhadapan dengan para pendekar adat sehebat itukah. Izinkan saya bertanya, apa sebenarnya yang saudara kehendaki, agar saya paham dan dapat menentukan sikap," tegasnya. *

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR