BANDAR LAMPUNG (lampost.co) -- PNS Pemkot Bandar Lampung, Ahmad Mediansyah, yang menjabat Kabid P20 Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah Bandar Lampung terancam dipecat sebagai PNS jika terbukti secara hukum dan divonis lebih dari dua tahun penjara.

"Prosedurnya gitu, kalau oknum PNS yang terlibat masalah hukum terus sanksi hukumnya sampai lebih dari dua tahun maka dia dicopot PNS-nya," kata Sekretaris Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Bandar Lampung Wakidhi.



Namun jika vonisnya kurang dari dua tahun, yang bersangkutan hanya akan nonjob.

Di sisi lain Kepala BPPRD Bandar Lampung Yanwardi mengaku sudah mengetahui perihal penangkapan anak buahnya. Menurut dia wali kota sudah memerintahkan agar mencopot jabatan yang bersangkutan. "Kalau memang perintah pak wali kota diminta copot jabatannya, kami menuruti saja," kata Yanwardi.

Disisi lain dia mengatakan bahwa Ahmad Mediansyah selama ini dikenal orang yang baik dan tidak aneh-aneh. "Ya selama ini tidak macam-macam," kata dia.

Yanwardi membenarkan juga jika Ahmad Mediansyah merupakan Kabid P20 BPPRD yang menangani bagian perpajakan.

Diketahui, Tim Operasional Ditresnarkoba Polda Lampung menangkap dua pemakai narkoba jenis ekstasi dan ganja, Ahmad Mediansyah (41), warga Jalan Thobari, Kelurahan Jagabaya, Kecamatan Way Halim. Kemudian Umaidi (47), warga Jalan Cabe Raya Komplek Beringin Raya, Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung.

Ahmad Mediansyah, merupakan PNS di Pemkot Bandar Lampung.

 

EDITOR

Ricky Marly

TAGS


KOMENTAR