BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Masayu Thesi Defalia (37), Bidan, Warga Jalan Kesumayuda Telukbetung Utar, Kota Bandar Lampung, menyampaikan peryataan jika dia merupakan korban yang mencoba mempertahankan harga diri karena Sunena (korban) menyerang dia terlebih dahulu di media sosial Facebook.

" Dia itu sudah menghina saya tanggal 17 Agustus sampai tanggal 26, nah tanggal pada 27 akhirnya saya membalas, balasan itu yang mereka jadikan sebagai bahan laporan. Padahal saya ini diserang duluan," katanya.



Mereka (Susena) melapor kepihak kepolisan Polda Lampung, saat itu Polda meminta kedua belah pihak untuk berdamai namun Sunena meminta uang damai Rp30 juta kepada dirinya. Terdakwa tidak menyanggupi perdamaian itu sehingga proses hukum dilajutkan.

Atas keributan di Media sosial itu keduanya saling melapor baik terdakwa Masayu Thesi Defalia maupun korban Suhena. "Saya juga melaporkan dia (Suhena) sekarang lagi diproses oleh pihak kepolisan, saya berharap persoalan hukum yang saya laporkan segera P21 dan disidangkan," katanya.

Diberitakan sebelumnya Usai sidang vonis terdakwa atas nama Masayu Thesi Defalia (37), Bidan, Warga Jalan Kesumayuda Telukbetung Utara, Bandar Lampung, mengamuk di ruang persidangan lantaran tidak terima disorot oleh media yang keseharian meliput persidangan di Pengadilan Negeri Kelas 1A, Tanjungkarang, Selasa (30/10/2018) petang.

Terdakwa Masayu bahkan menuduh wartawan yang meliput kasus yang menjeratnya hingga kedalam persidangan itu dibayar oleh korban yang ia cemarkan melalui media sosial Facebook.

"Dia itu (korban) mengatakan saya Kobong, Saya ini bidan kamu pikirkan dong nasib saya. Kalian ini dibayar berapa si sama korban," kata dia.

Ia  juga mengancam wartawan bakal mencari satu persatu pewarta yang meliput kasusnya tersebut.  "Saya foto dulu kalian ini, saya cari kalian, dari kemarin kalian memberitakan saya pas sidang tidak konfirmasi," katanya.

Kehebohan bidan ini pun sontak membuat pegawai pengadilan Tanjungkarang melihat aksi amarah-marah yang dia lontarkan terhadap pewarta ini.

Dipersidangan Majelis Hakim menjatuhkan pidana hukuman satu tahun dengan masa percobaan selama dua tahun terhadap terdakwa, dengan begitu terdakwa tidak dilakukan penahanan.

Padahal sebelumnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejaksaan Negeri Bandar Lampung menuntut terdakwa Masayu Thesi Defalia dengan pidana penjara selama 2 tahun dan enam bulan penjara.

Menurut Jaksa Ilsye Haryanti,  terdakwa terbukti melanggar pasal 45 ayat 3 jo pasal 27 UU RI nomor 19 tahun 2016, tentang perubahan UU RI nomor 11 tahun 2018 tentang ITE. 

" Menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa Masayu Thesi Defalia dengan pidana penjara selama dua tahun dan enam bulan kurungan," kata Jaksa.

 

 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR